Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengunjungi Museum Desa Genggelang, Kecamatan Gangga (2-Habis)

nH

 

CAGAR BUDAYA: Baju rompi yang menjadi koleksi Museum Desa Genggelang. Rompi ini disebut peninggalan Kedatuan Besari.
CAGAR BUDAYA: Baju rompi yang menjadi koleksi Museum Desa Genggelang. Rompi ini disebut peninggalan Kedatuan Besari.
 


Advertisement

Pernah dengar cerita tentang desa hilang di Kabupaten Lombok Utara?

Iya, meski validitasnya belum bisa dipertanggungjawabkan, tetapi tidak sedikit yang mempercayai keberadaannya.

Apalagi ada beberapa bukti otentik yang menegaskan bahwa desa ini pernah ada.

Advertisement

------------------------

Warga menyebutnya dengan nama Desa Besari. Terletak di Kecamatan Gangga, bersebelahan dengan Desa Genggelang.

Tetapi kini desa tersebut tinggal cerita. ”Pindah alam akhir abad 17,” cerita Supardi, salah satu tokoh adat Desa Genggelang.

Advertisement

Dia menceritakan, Desa Besari yang hilang, benar-benar ada. Amiq Olit, sapaan akrab Supardi mengaku ada sejumlah bukti yang menguatkan keberadaan Desa Besari.

Misalnya beberapa peninggalan sejarah yang berkaitan dengan desa tersebut, yang kini masih tersimpan rapi.

Amiq Olit mencontohkan dengan rompi milik Datu Besari. Baju rompi tersebut kini menjadi salah satu koleksi Museum Desa Genggelang.

Benda ini masih ada hingga sekarang karena disimpan oleh warga secara turun temurun.

”Rompi memiliki kancing 13. Ini melambangkan jumlah rukun salat,” terang pria 61 tahun ini.

Kemudian ada juga lampu kerajaan. Lampu ini bersumbu lima. Simbol sumbu lima ini bermakna Rukun Islam.

”Sehingga Kedatuan Besari ini memeluk Agama Islam,” katanya lagi.

Desa Besari yang hilang ini berbentuk kedatuan. Hilang pada abad ke-17 ketika Kerajaan Karangasem Bali menyerang pulau Lombok.

Saat itu, Kerajaan Karangasem berhasil menaklukkan Mataram dan mendirikan pusat kerajaan di Cakranegara Mataram.

Desa Besari ini kemudian menjadi incaran Kerajaan Karangasem untuk ditaklukkan.

Akan tetapi karena Datu Besari menghindari terjadinya peperangan, dia kemudian memilih menghilangkan Kedatuan Besari dari alam nyata.

”Pindah alam agar tidak terjadi pertumpahan darah. Hilang sekitar tahun 1740,” Kata Amiq Olit.

Dari cerita yang beredar, Kerajaan Karangasem ingin menguasai Kedatuan Besari karena terpesona dengan keadaan di Kedatuan Besari yang makmur. Saat itu, para penduduk mayoritas berniaga dan bertani.

Kerajaan Karangasem pun menawarkan kerjasama dengan pimpinan Kedatuan Besari.

Namun, tawaran tersebut ditolak. Raja Karangasem kemudian mengutus prajurit untuk menyerang Besari.

Datu Besari tak tinggal diam dan mengirim prajurit ke pintu-pintu masuk kedatuan.

Para prajurit berupaya agar Kerajaan Karangasem tidak jadi menyerang untuk menghindari pertumpahan darah.

Sayangnya, Kerajaan Karangasem menolak tawaran damai.

Datu Besari akhirnya memerintahkan seluruh penduduk agar berkumpul dengan membawa ternak mereka.

Saat berkumpul, Sang Raja mengambil batok kelapa berisi air dan mendoakan air tersebut.

Air itu disiramkan ke seluruh wilayah kedatuan.

Sejak saat itu, Kedatuan Besari menghilang dan wilayah itu berubah menjadi hutan.

Namun, para prajurit yang berada di pintu-pintu masuk Kedatuan Besari tak ikut menghilang.

Para prajurit inilah yang dipercaya menceritakan kisah tersebut dengan suara misteriusnya.

Beberapa orang mengaku melihat wujud desa tersebut. Mereka juga berinteraksi dengan penduduk Desa Besari.

”Ada beberapa benda peninggalan yang membuktikan keberadaan Desa Besari, masih kita simpan di museum,” tutup Amiq Olit. (Habibul Adnan/r12)

Advertisement
Editor : Kimda Farida
Sumber : Lombok Post
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Pemdes Babusalam Optimalkan Sinergi Lintas Sektoral

Pemdes Babusalam Optimalkan Sinergi Lintas Sektoral

Kolaborasi yang solid antara unsur pemdes, tokoh masyarakat, dan aparat keamanan, situasi kamtibmas di wilayah Desa Babusalam aman.

Kisah Bhabinkamtibmas Berprestasi Aipda Lalu Satya, Sang Bhabinkamtibmas yang Berdakwah dari Hati

Kisah Bhabinkamtibmas Berprestasi Aipda Lalu Satya, Sang Bhabinkamtibmas yang Berdakwah dari Hati

Penghargaan ini menjadi motivasi bagi rekan-rekan kepolisian lain untuk terus berinovasi mengabdi kepada masyarakat. Bekerja dengan hati.

DPR Pastikan Jalan Kumbak—Selangit Dibangun Tahun Ini, Warga Empat Desa di Praya Barat Daya Gembira

DPR Pastikan Jalan Kumbak—Selangit Dibangun Tahun Ini, Warga Empat Desa di Praya Barat Daya Gembira

Penantian panjang selama setengah abad atau sekitar 50 tahun untuk menikmati infrastruktur jalan yang layak akhirnya segera terwujud.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer