Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Muhammad Faiz, Joki Cilik Malean Sampi di Desa Suranadi, Lombok Barat

L
Penulis: Lestari Dewi❯

PENJAGA TRADISI BUDAYA: Muhammad Faiz berfoto bersama dua ekor sapi jagoannya usai mengikuti Malean Sampi di Desa Suranadi, Kecamatan Narmada,  Lombok Barat, Minggu (18/2).
PENJAGA TRADISI BUDAYA: Muhammad Faiz berfoto bersama dua ekor sapi jagoannya usai mengikuti Malean Sampi di Desa Suranadi, Kecamatan Narmada, Lombok Barat, Minggu (18/2).


Advertisement

Muhammad Faiz, joki cilik yang ikut serta dalam tradisi budaya Malean Sampi di Desa Suranadi, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Meraih juara tiga, bocah SMP itu dengan gagah berani memacu dua ekor sapi jagoannya.

----------

DIIRINGI musik Gendang Beleq, khas Suku Sasak, puluhan sapi-sapi diarak memasuki dan mengelilingi area persawahan.

Advertisement

Area yang berlokasi di Desa Suranadi, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat itu menjadi arena pacuan para sapi berukuran besar.

Termasuk Muhammad Faiz, bocah cilik yang duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) itu.

Walau duduk di bangku kelas tiga, Faiz akrab disapa, bak joki professional mulai melemaskan otot-otot.

Sesekali ia menepuk-nepuk badan kedua ekor sapi yang ukurannya jauh lebih besar darinya. Bertelanjang dada, Faiz hanya mengenakan celana pendek dan memakai Sapuq (ikat kepala khas Suku Sasak, Red).

Panas matahari menyengat, tak mematahkan semangat Faiz maupun peserta lainnya unjuk kebolehan keperkasaan sapi-sapi mereka.

Sepasang sapi yang diarak mulai dipasangkan sarana pelengkap untuk dinaiki para joki.

Alunan musik Gendang Beleq yang semakin cepat. Pertanda perlombaan segera dimulai. Faiz pun bersiap.

Melaju kencang, adu cepat melawan pasangan sapi lainnya. Di atas sawah yang becek, lumpur-lumpur yang mengenai badan hingga muka pun tak dihiraukan Faiz dan peserta lainnya.

Para joki sesekali melayang ke udara, namun tetap berusaha mengendalikan dan menunjukkan kelihaiannya.

Sorak sorai penonton menambah semarak perlombaan. Baik itu warga setempat, pengendara bermotor yang melintas hingga sejumlah turis asing ikut mengabadikan tradisi budaya ini.

Faiz pun keluar sebagai juara ketiga dalam Malean Sampi tersebut.

Meski nomor tiga, namun ia merasa bangga karena satu-satunya bocah cilik yang masuk juara. Sebab latihan mengendalikan sapi ini sudah dilakoni Faiz sejak duduk di bangku Sekolah Dasar (SD).

“Senang walau juara tiga, jadi joki ini diajarkan Paman,” ucapnya.

Wahid selaku ketua panitia kegiatan mengatakan, ajang ini digelar sebagai bagian dari hajatan salah satu keluarga.

Namun sisi lain sebagai wujud rasa syukur atas hasil pertanian masyarakat pada tahun ini.

Bisa juga dilakukan untuk menyambut musim tanam berikutnya. Dengan harapan hasil pertanian kelak dapat melimpah.

“Sebagai mana yang dipercayai oleh masyarakat, dengan digelar tradisi malean sampi, maka untuk musim panen yang akan datang, hasil pertanian bisa lebih banyak dari yang sekarang ini. Sehingga sebelum melakukan aktivitas menanam, kami menggelar tradisi malean sampi,” terangnya.

Selain menjaga tradisi masyarakat, kegiatan malean sampi memberikan efek positif. Dimana harga sapi yang menang dalam perlombaan malean sampi menjadi tambah mahal.

“Sebab kebanyakan sapi-sapi yang ditampilkan adalah sapi-sapi khusus,” tandasnya. (lestari dewi)

 

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Antisipasi Gempa Bumi, PLN Indonesia Power UBP Jeranjang Gelar Simulasi Tanggap Darurat Bareng BPBD

Antisipasi Gempa Bumi, PLN Indonesia Power UBP Jeranjang Gelar Simulasi Tanggap Darurat Bareng BPBD

Kesiapsiagaan menghadapi bencana menjadi salah satu aspek penting dalam menjaga keselamatan pekerja dan keberlangsungan operasional PLN IP.

Polsek Gerung Amankan Terduga Pelaku Pembuangan Orok Bayi di Kebon Ayu Lombok Barat

Polsek Gerung Amankan Terduga Pelaku Pembuangan Orok Bayi di Kebon Ayu Lombok Barat

Aparat Polsek Gerung, Polres Lombok Barat, bergerak cepat mengusut penemuan sesosok janin bayi yang menghebohkan warga.

Teliti Moderasi Beragama di NTB, Asisten I Setda Lobar Saepul Akhkam Raih Gelar Doktor

Teliti Moderasi Beragama di NTB, Asisten I Setda Lobar Saepul Akhkam Raih Gelar Doktor

Asisten I Setda Lobar H Saepul Akhkam resmi menyandang gelar doktor setelah berhasil mempertahankan disertasinya dalam Ujian Promosi Doktor

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer