Jatuh Bangun Husni Mubarak Membangun Agrowisata setelah Terjerat Utang

LombokPost - Gagal berangkat menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) pada 2019 tak membuat Husni Mubarak patah arang. Berbekal tutorial YouTube, pria asal Desa Lenek Duren ini justru sukses membangun agrowisata buah.
Dua greenhouse berdiri kokoh di pinggir jalan raya Desa Lenek Duren, Lombok Timur.
Satu greenhouse terlihat dipenuhi anggur belasan jenis, lokal hingga impor. Anggur yang mulai matang itu membuat pemandangan di dalam greenhouse cukup menarik.
Satu greenhouse di sebelahnya dipenuhi berbagai jenis buah melon yang sedang menunggu waktu panen. Dua greenhouse itu merupakan agrowisata milik Husni Mubarak, yang setiap waktunya berbuah selalu ditunggu-tunggu masyarakat sekitar.
Husni menceritakan pembuatan agrowisata buah ini bermula pada tahun 2019 lalu. Saat itu ia hendak merantau ke Saudi Arabia sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI). Namun gagal berangkat karena negara tujuan sedang ditutup akibat Covid-19.
"Saat itu kita sudah di Jakarta, di penampungan. Tetapi pemberangkatan ditunda, (akhirnya) kami dipulangkan," beber Husni kepada Lombok Post, Minggu (12/4).
Baca Juga: Agrowisata Lombok: 5 Rekomendasi Kebun Buah Paling Hits yang Wajib Anda Kunjungi Saat Liburan
Bak pepatah sudah jatuh tertimpa tangga. Inilah yang dialami Husni saat itu. Niat merantau agar bisa membayar utang justru gagal. Hal itu malah membuat utang baru yang lebih besar.
Kondisi tersebut membuat Husni semakin terpuruk. Belum lagi anaknya saat itu masih bayi yang membutuhkan popok dan susu. Sementara uang yang dimiliki sudah habis.
"Ongkos ke Saudi itu saya berutang juga. Tetapi gagal berangkat, makanya utang semakin banyak," bebernya.
Setelah dipulangkan dari penampungan, Husni iseng menonton YouTube. Ia tak sengaja melihat konten perawatan anggur impor. Dari sana ia mendapat ide untuk mencoba mengembangkan bibit anggur.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




