
LombokPost - Menurut sang ibu yang terus memperjuangkan hak sang anak, DFH masih harus melanjutkan psikoterapi sampai stabil. Di sisi lain, Komandan Pasmar 2 Mayjen TNI Dr Oni Junianto menyebut, hasil analisis tidak menunjukkan adanya pelanggaran prosedur.
SUDAH hampir empat bulan berselang, tetapi peristiwa yang melukai tangan kirinya itu masih membekas dalam ingatan DFH. Cedera fisiknya sudah dalam penanganan. Namun, jejak traumatiknya tak mudah disembuhkan.
Peristiwa itu setidaknya mengubah pola kehidupan sehari-hari buyung 14 tahun asal Driyorejo, Gresik, Jawa Timur, tersebut. Hingga kini, dia diharuskan menjalani kontrol rutin akibat luka pada tangan kirinya tersebut.
Baca Juga: Kurir Paket di Bima Jadi Korban Peluru Nyasar, Polisi Selidiki Pelaku Penembakan
Selain itu, sebagai pelajar SMP, dia harus menahan diri untuk mengikuti ekstrakurikuler banjari. Demikian pula sebagai santri, DFH harus absen mengikuti kegiatan pondok. “Rindu tidur dan belajar bareng teman-teman di pondok,” katanya kepada Jawa Pos pada Kamis (9/4) pekan lalu.
Ibu korban, Dewi Murniati menyebut, putranya yang sehari-hari memang pendiam itu menjadi lebih pendiam lagi setelah kejadian. “Terkadang ada rasa minder bila bertemu dengan orang yang baru dikenal,” ungkapnya.
Hasil cek psikologis pada Januari silam menunjukkan bahwa putranya mengalami gangguan stres akut. Hingga membuat DFH kerap murung, sulit konsentrasi, sampai menarik diri dari pergaulan.
“Disarankan untuk melanjutkan psikoterapi hingga dinyatakan stabil. Hal itu juga diperlukan sebelum menjalani operasi lanjutan,” kata Dewi.
Ada dua pelajar yang terkena peluru nyasar dalam kejadian pada 17 Desember 2025 itu: DFH dan ROH. DFH terluka di tangan, sedangkan ROH di bagian punggung.
“Awalnya tidak terasa, tiba-tiba saja tangan kiri mengucur darah,” kata DFH.
Akibatnya, dia harus menjalani serangkaian operasi. Punggung tangan kirinya terpasang orthopedic implant (pen patah tulang, red) untuk meminimalisasi cedera parah. “Kata dokter wajib jaga kesehatan. Nanti sekitar 6–12 bulan, pen baru boleh dilepas,” tuturnya.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




