
DI sisi timur kantor DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) NTB, kawasan Jalan Lingkar Selatan Kota Mataram menjadi tempat menghabiskan waktu menjelang petang. Bagi Rama dan kawan-kawannya, kegiatan tersebut sudah menjadi cara sederhana menikmati sore.
“Biasanya kami main sama teman-teman mulai jam empat sampai Magrib. Paling sudah selesai menjelang Magrib,” ujar Rama, kamis (21/10).
Mereka tidak membutuhkan tempat khusus untuk bermain. Papan dan perlengkapan catur dibawa sendiri oleh teman-teman yang berkumpul di sana.
Sesampainya di lokasi, permainan bisa langsung dimulai. Kopi menemani obrolan, sementara papan catur menjadi pusat perhatian.
“Kalau sudah kumpul begini, kami bisa main sambil ngobrol. Jadi, tidak terasa waktu berjalan,” kata Rama.
Catur bukan permainan yang bisa dijalankan sembarangan. Setiap langkah memiliki konsekuensi. Pemain harus memperhitungkan posisi bidak sendiri sekaligus membaca kemungkinan gerakan lawan.
Satu bidak yang berpindah bisa membuka peluang serangan. Namun, keputusan yang keliru juga dapat membuat pertahanan mudah ditembus.
Di tengah permainan, suasana terkadang hening. Masing-masing pemain berkonsentrasi. Percakapan baru kembali terdengar ketika permainan memberi jeda.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




