alexametrics
Senin, 26 Oktober 2020
Senin, 26 Oktober 2020

Tekan Jumlah Pernikahan Dini, Rutgers Gandeng Pemkab Lobar

GIRI MENANG–Banyaknya kasus pernikahan dini (merariq kodeq) di Lombok, mendorong salah satu NGO Rutgers WPF Indonesia bersama Plan International Indonesia berusaha menekan agar kasusnya berkurang.

“Pendekatan kami melalui program Yes I Do,” kata District Coordinator for Yes I Do Programme Lombok Barat Muhammad Rey Dwi Pangestu pada media, Selasa (22/9/2020).

Ia menjelaskan Program Yes I Do berfokus pada pencegahan perkawinan, kehamilan remaja, dan praktik berbahaya bagi kesehatan reproduksi anak perempuan. Program ini menyasar berbagai pemangku kepentingan dan kelompok di masyarakat. Mulai dari pemerintah desa, remaja, orang tua, guru, kepala sekolah, remaja di sekolah, bidan, puskesmas, sampai dengan OPD di tingkat kabupaten. Khusus di tahun 2016 hingga 2020 bekerja sama dengan Pemkab Lombok Barat.

“Khusus di Lobar terdapat SK dari Dikbud Lobar untuk memperbanyak jumlah SMP dalam memberikan pembelajaran kesehatan reproduksi yang komprehensif melalui modul setara. Total SMP yang mengadaptasi modul setara meningkat dari 4 SMP menjadi 9 SMP. Ini menandakan respons baik pemkab dan memiliki tujuan sama untuk menekan pernikahan usia dini,” terangnya.

Kasi Kesiswaan Dikbud Lobar Ahmad mengatakan, masuknya program ini membantu daerah untuk mencegah pernikahan anak usia dini. Pendekatan yang digunakan juga cukup familiar dan bisa diterima karena menggandeng semua unsur kepentingan.

“Walaupun Program Yes I Do selesai, kami akan melanjutkan untuk menggunakan Modul Setara pada pendidikan pengembangan diri. Karena dengan pendidikan siswa jadi memahami dan bisa menjaga dirinya karena telah mengenal dirinya, mengetahui batasannya,” jelasnya.

Guru SMP Islamhiya Uluhuddin Siti Raodah mengatakan, banyak hal positif setelah program Yes I Do dijalankan di sekolahnya. Anak-anak yang menikah di sekolahnya dirasakan mulai berkurang sejak program ini dimulai tahun 2016 lalu.

“Dulu setiap minggunya ada saja siswa berhenti sekolah karena alasan menikah,” tuturnya.

Tentunya ini sangat disayangkan karena menikah, siswa tidak dapat melanjutkan untuk mengenyam pendidikan. Masa depan anak jadi tidak jelas dengan kondisi ini.

“Setelah ada program ini, kami melihat siswa yang berhenti karena menikah berangsur berkurang. Jadi kami akan melanjutkan program pendidikan ini,” ujarnya.

Walaupun memang awal penerapan program ini masih cukup tabu. Khususnya pada pendidikan kesehatan reproduksi siswa. Namun pendidikan ini lengkap mengajarkan siswa untuk mengenal dirinya dan batasan yang boleh dan tidak boleh dilakukan.

“Semoga program ini bisa berlanjut,” harapnya. (nur/r10)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Nyoman: Gonta Ganti Kendaraan Tidak Masalah, yang Penting Rasanya

“Baru di motor Forza 250 CC ini saya rasakan sama sekali tidak ada getarannya ketika sudah kita berkendara dan sangat cocok dengan kondisi kesehatan saya yang memiliki penyakit jantung. Sebelumnya pernah saya memakai sepeda motor  jenis lain namun karna ada getarannya sangat terasa membuat saya tidak nyaman,” aku Nyoman.

Warga Antusias Hadiri Peresmian Rumah Besar Relawan HARUM Ampenan

Ratusan warga tumpah di jalan Saleh Sungkar, Dayen Peken Ampenan Kamis (22/10) sore kemarin. Warga hadir menyambut kedatangan pasangan H Mohan Roliskana – TGH Mujiburrahman (HARUM). Kedatangan pasangan ini untuk meresmikan Rumah Besar Relawan HARUM Ampenan.

Satgas Covid-19 : Masyarakat Harus Taat 3M Ketika Liburan

Kebijakan yang dibuat pemerintah dalam menghadapi pandemi Covid-19 dinilai cukup baik. Tantangan selanjutnya adalah pengawasan terhadap implementasi di lapangan. Khususnya terkaitpenerapan 3M yaitu memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, dan menjaga jarak.

Tiga Bank Syariah Digabung, Bersiap Jadi yang Terbesar di Nasional

”Mengawal dan membesarkan tidak hanya sampai legal merger, tapi juga memastikan hadirnya bank syariah nasional terbesar ini benar-benar dapat memberikan manfaat bagi orang banyak dan membawa nama Indonesia ke kancah global sebagai pusat ekonomi syariah dunia,” katanya.

Honda Genio Makin Fashionable

”Tampilan Honda Genio yang semakin atraktif mewakilkan ekspresi anak muda,” ujar Thomas. 

UN Diganti, Pemerintah Didorong Intensifkan Sosialisasi

”Supaya apa yang kurang dan kendala yang muncul, bisa segera dievaluasi,” ujar dosen Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Inggris dan Pasca Bahasa FKIP Unram ini.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.

52 Ribu UMKM NTB Bakal Dapat Bantuan Presiden Rp 2,4 Juta

Pemprov NTB mengusulkan 52.661 UMKM sebagai penerima bantuan presiden (banpres) produktif. ”Data ini terus kita perbarui sampai minggu kedua bulan September,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB H Wirajaya Kusuma, pada Lombok Post, kemarin (23/8).

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...
Enable Notifications    Ok No thanks