
LombokPost - Wajah pariwisata Pantai Senggigi disorot.
Para pelaku usaha perhotelan dan wisata di kawasan tersebut mengeluhkan keberadaan bangkai kapal yang telah telantar selama lebih dari satu tahun di bibir pantai.
Keberadaan material besi tua tersebut dinilai merusak estetika pantai dan membahayakan keselamatan wisatawan.
”Sudah setahun lebih kapal ini di sana dan belum pernah dipindahkan. Tentu ini sangat mengganggu kenyamanan wisatawan yang datang,” ujar GM Sheraton Senggigi Beach Resort Peter The kepada wartawan.
Dia mengungkapkan bahwa situasi ini sudah berlangsung tanpa ada kejelasan evakuasi.
Menurutnya, dari dua bangkai kapal yang awalnya ada di kawasan tersebut, hanya satu yang berhasil dipindahkan.
Baca Juga: Masuk Jalur Kapal Penumpang, Aktivitas Jetski di Senggigi Lombok Barat Dianggap Berbahaya
Sementara itu, satu kapal lainnya masih dibiarkan teronggok dan mulai tertimbun pasir.
Para pelaku wisata memaparkan jika Pantai Senggigi selama ini dikenal dengan garis pantainya yang bersih dan pemandangan matahari terbenam yang memukau.
Keberadaan bangkai kapal yang berkarat dianggap menjadi pemandangan buruk (eyesore) yang kontras dengan upaya promosi wisata yang sedang digencarkan pemerintah.
Selain aspek visual, keamanan menjadi perhatian utama.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




