Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Satu Penumpang Meninggal di RSUD Tripat, Delapan Hari Bertahan di ICU

N
Penulis: Nurul Hidayati❯
PEMAKAMAN: Warga menghadiri pemakaman Ardiansyah, korban KMP Putri Yasmin di pemakaman umum Desa Gelogor, Kamis (20/8). (NURUL/LOMBOK POST)
PEMAKAMAN: Warga menghadiri pemakaman Ardiansyah, korban KMP Putri Yasmin di pemakaman umum Desa Gelogor, Kamis (20/8). (NURUL/LOMBOK POST)

Advertisement

LombokPost - RSUD Patut Patuh Patju (Tripat) Gerung menyatakan satu korban insiden terbakarnya KMP Putri Yasmin meninggal dunia pada Rabu (19/8) pukul 16.45 Wita. Korban bernama Ardiansyah, 37 tahun, warga Desa Gelogor, Kecamatan Kediri, Lombok Barat.

Pria yang bekerja sebagai karyawan swasta ini menghembuskan napas terakhir di ruang ICU RSUD Tripat. Korban sempat menjalani perawatan intensif selama delapan hari sejak 12 Agustus 2026.

Direktur RSUD Tripat dr. Suriyadi menjelaskan, korban merupakan pasien dengan kondisi paling kritis dari total 24 korban yang dirujuk ke rumah sakit tersebut. ”Banyak air laut yang masuk ke paru-parunya saat bertahan di tengah ombak. Hal ini memicu respiratory failure dan pneumonia aspirasi,” terang dr. Suriyadi.

Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP) Utama Spesialis Paru RSUD Tripat dr. Ni Nyoman Ayu Suciarini Sp.P menambahkan, kondisi pasien sempat membaik pada hari kedua perawatan. Namun, pada hari ketiga kondisinya memburuk drastis akibat infeksi berat (sepsis) dan Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS).

”Hari kedua, kondisi pasien sempat membaik, bahkan sudah bisa berkomunikasi dan meminta makan. Namun pada hari ketiga, kondisinya mendadak drop drastis serta ada komplikasi,” ujarnya.

Advertisement

Penumpukan cairan air laut bergaram tinggi memicu kerusakan paru-paru dan kegagalan fungsi organ lain, terutama ginjal. Meski telah dipasangi ventilator dan menjalani tindakan cuci darah, nyawa korban tidak dapat tertolong.

Sementara itu, 23 pasien korban KMP Putri Yasmin lainnya telah dinyatakan sehat dan dipulangkan. Namun, dua di antaranya yakni pasangan ibu dan anak asal Kediri harus kembali menjalani rawat inap untuk trauma healing. Anak berusia 10 tahun tersebut mengalami ketakutan berat pasca-kejadian.

Pihak RSUD Tripat memastikan seluruh biaya perawatan, pemulihan trauma, hingga kebutuhan harian seluruh korban ditanggung penuh oleh pihak asuransi.

Jenazah almarhum telah diserahterimakan kepada pihak keluarga di Desa Gelogor. Ardiansyah meninggalkan seorang istri dan dua orang anak yang masih kecil.

Kades Gelogor Achmad Arman Iswara mewakili keluarga mengucapkan terima kasih atas banyak pihak yang memberikan dukungan ke keluarga korban. ”Korban ini adalah tulang punggung keluarga yang baik, humoris, supel dan senang menolong,” kenang Arman.

Advertisement
Editor : Redaksi Lombok Post Online
Sumber : Lombok Post
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Hasil Investigasi KNKT: Api KMP Putri Yasmin Dipicu Letupan Boks Truk, Data Manifes Tidak Sesuai

Hasil Investigasi KNKT: Api KMP Putri Yasmin Dipicu Letupan Boks Truk, Data Manifes Tidak Sesuai

KNKT memaparkan hasil temuan awal investigasi insiden terbakarnya KMP Putri Yasmin yang terjadi di Selat Lombok pada 12 Agustus 2026 lalu.

Pencarian Korban KMP Putri Yasmin Diperpanjang Sehari, Penyisiran Sampai ke Selatan Jawa

Pencarian Korban KMP Putri Yasmin Diperpanjang Sehari, Penyisiran Sampai ke Selatan Jawa

Pencarian korban KMP Putri Yasmin diperpanjang sehari! Tim SAR Mataram sisir perairan hingga selatan Jawa atas permintaan keluarga.

SAR Mataram Pastikan Mayat Mengapung di Pelabuhan Lembar Bukan Korban KMP Putri Yasmin

SAR Mataram Pastikan Mayat Mengapung di Pelabuhan Lembar Bukan Korban KMP Putri Yasmin

Basarnas Mataram tegaskan mayat mengapung di Pelabuhan Lembar bukan korban KMP Putri Yasmin, melainkan pekerja TKBM asal Gunungsari.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer