Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pemdes Beleka Utamakan Kebutuhan Dasar dan Kolaborasi

N
Penulis: Nurul Hidayati❯
Islahudin (NURUL/LOMBOK POST)
Islahudin (NURUL/LOMBOK POST)

Advertisement

LombokPost - Efisiensi alokasi Dana Desa (DD) dari pemerintah pusat dirasakan berdampak signifikan bagi penyelenggaraan pemerintahan di Desa Beleka.

Pemotongan anggaran DD hingga Rp 1 miliar dipicu pengalihan alokasi anggaran pusat untuk program pembangunan Kopdes Merah Putih.

Kepala Desa Beleka Islahudin, mengungkapkan desanya kini hanya mengelola DD sebesar Rp 300 juta.

Penurunan ekstrem tersebut memaksa pemdes memangkas berbagai program non-prioritas dan memfokuskan alokasi dana yang terbatas pada kebutuhan paling mendasar.

”Karena ada efisiensi dari pusat ini, program wajib pun sangat ketat kita atur, apalagi program yang sifatnya opsional. Kendati demikian, kami di desa tentu mengikuti regulasi pemerintah pusat,” ujarnya.

Advertisement

Menyiasati minimnya sisa DD, Pemdes Beleka menyusun ranking skala prioritas program yang menyentuh langsung masyarakat rentan serta pos pelayanan desa.

Misalnya pada insentif lintas sektor dengan penyaluran BLT, insentif untuk kader Posyandu, ketua RT, hingga pengajar/guru ngaji.

Kemudian untuk penanganan stunting dengan penyelenggaraan rembuk stunting serta pengalokasian anggaran guna mendukung target penurunan angka stunting nasional minimal 4 persen di tingkat desa.

Guna menutup celah pembiayaan pembangunan fisik dan infrastruktur desa yang tertunda, Islahudin menegaskan pentingnya strategi kolaborasi dan sinergi lintas sektor.

Pemdes Beleka secara aktif menjalin silaturahmi serta lobi politik dengan anggota DPRD di tingkat kabupaten, provinsi, hingga DPR RI untuk menggaet dana aspirasi (pokir).

Advertisement
Editor : Redaksi Lombok Post Online
Sumber : Lombok Post
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Lengkapi Berkas Penyidikan Korupsi Dana Desa Akar-akar, Polisi Periksa Saksi Tambahan 

Lengkapi Berkas Penyidikan Korupsi Dana Desa Akar-akar, Polisi Periksa Saksi Tambahan 

Berkas penyidikan dugaan korupsi dana desa Akar-Akar, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara sudah dikembalikan jaksa peneliti atau P-19.

Dana Rakyat Mengendap Rp249 Miliar, Gerindra Desak Pemkot Mataram Buka-bukaan Soal SiLPA!

Dana Rakyat Mengendap Rp249 Miliar, Gerindra Desak Pemkot Mataram Buka-bukaan Soal SiLPA!

Gerindra Cecar Pemkot Mataram Soal SiLPA Rp249,7 Miliar, Pertanyakan Rencana Pemanfaatan Dana Mandek Puskesmas & BOS.

Desa Sambik Bangkol Lepas Ketergantungan Dana Pusat

Desa Sambik Bangkol Lepas Ketergantungan Dana Pusat

Desa Sambik Bangkol, Kecamatan Gangga, saat ini sudah berusia 26 tahun. Di usia yang semakin matang ini, pemerintah desa berkomitmen untuk t

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer