
LombokPost - Warga Desa Banyumulek kini harus berjibaku dengan bau busuk sampah kiriman dari wilayah hulu.
Limbah rumah tangga yang terbawa aliran air menumpuk dan membusuk di saluran irigasi karena debit sungai menyusut drastis selama kemarau.
Kondisi geografis Banyumulek yang berada di hilir kawasan barat Kecamatan Kediri membuat desa ini menampung seluruh buangan limbah dari wilayah timur.
Baca Juga: Desa Mesanggok Kewalahan Armada Sampah, Volume Sampah Tak Mampu Ditangani Armada Yang Ada di Desa
Endapan sampah tersebut kini mengepung permukiman warga dan memicu kekhawatiran munculnya wabah penyakit.
”Sampah kiriman dari desa-desa di sebelah timur terus menumpuk di saluran irigasi lima dusun kami akibat debit air sungai yang mengering,” kata Kades Banyumulek Jamiludin.
Menurut pihak desa, volume sampah kiriman antarwilayah itu jauh melampaui produksi harian limbah warga Banyumulek sendiri.
Tanpa dorongan arus air sungai, material limbah tertahan di dasar irigasi hingga membusuk.
Warga sebenarnya tidak tinggal diam dan rutin menggelar kerja bakti mandiri. Namun, armada pengangkut milik desa kewalahan menghadapi volume sampah yang terus mengalir dari arah hulu.
”Aksi gotong royong warga menggunakan kendaraan armada tiga roda Tosa puluhan kali bolak balik tidak sanggup mengangkut habis tumpukan sampah yang sangat banyak,” jelas Jamiludin.
Kewalahan menangani masalah tersebut secara mandiri, pemdes telah melayangkan surat permohonan bantuan darurat ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) serta Dinas PU Lobar.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




