alexametrics
Senin, 26 Oktober 2020
Senin, 26 Oktober 2020

Turunkan Angka Pernikahan Anak, Lobar Apresiasi Program Yes I Do

GIRI MENANG—Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Lobar) terus berkomitmen untuk menurunkan angka pernikahan anak di wilayahnya. Hal ini terungkap melalui kegiatan Closing Program Yes I Do Lombok Barat di Hotel Aruna Senggigi, Selasa (29/9/2020)

“Sudah pas Peran NGO melalui Program Yes I Do sangat bagus menekan tingkat pernikahan anak,” kata Kepala DP2KBP3A Lobar Ramdan Hariyanto.

Menurutnya, program ini sejalan dengan program yang ada di daerah. Pemkab memang tengah berupaya menekan angka pernikahan dini dengan Perda Pendewasaan Usia Pernikahan dan peraturan lainnya. Adanya program di empat desa yang menjadi pilot project dari 122 desa yang ada di Lobar, ternyata berpengaruh signifikan mendukung program daerah.

“Saya banyak belajar dari Program Yes I do,” tuturnya.

Bahkan dengan adanya program ini sejak 2016, bisa mengantarkan Pemkab Lobar di 2019 menjadi Kabupaten Layak Anak. Karena itu, mereka sangat berkomitmen akan mengembangkan dan melanjutkan program yang dicanangkan program Yes I Do sehingga menggantarkan Lobar menjadi Kabupaten Layak Anak tingkat madya di tahun 2020.

“Ini memerlukan komitmen bersama dan kedepannya akan tambah banyak yang peduli terhadap masyarakat Lobar. Semoga terus mendorong untuk Lobar yang lebih mantap,” imbuhnya.

Kadis Dikbud Lobar Nasrun mengatakan, adanya Program Yes I Do dengan membawa modul setara dalam pelaksanaannya sangat membantu dinas.

“Kami sangat menanggapi positif program ini, orang tua juga sangat menyambut baik,” ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Lobar Made Ambarwati juga memberi apresiasi serupa. Pemkab bisa terbantu dalam menekan angka kematian ibu dan anak yang dikarenakan pernikahan dini.

“Semoga kerja sama ini bisa dilanjutkan dan kami akan mengembangkan program ini ke desa-desa lainnya,” tuturnya.

District Coordinator for Yes I Do Programme Lombok Barat Muhammad Rey Dwi Pangestu mengatakan, kerja sama antara kedua belah pihak bersifat saling menguntungkan. Capaian dari program ini merubah perilaku dari anggota komunitas dalam menangani dan mencegah dampak perkawinan anak, kehamilan remaja, dan praktik berbahaya bagi kesehatan reproduksi perempuan.

“Kegiatan akhir program ini ada penandatanganan komitmen dari pemda dan instansi terkait mendukung penekanan perkawinan remaja. Sehingga pemerintah terus menciptakan dan memastikan implementasi kebijakan yang berhubungan dengan pencegahan perkawinan anak dan kehamilan remaja,” kata dia. (nur/r10)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Nyoman: Gonta Ganti Kendaraan Tidak Masalah, yang Penting Rasanya

“Baru di motor Forza 250 CC ini saya rasakan sama sekali tidak ada getarannya ketika sudah kita berkendara dan sangat cocok dengan kondisi kesehatan saya yang memiliki penyakit jantung. Sebelumnya pernah saya memakai sepeda motor  jenis lain namun karna ada getarannya sangat terasa membuat saya tidak nyaman,” aku Nyoman.

Warga Antusias Hadiri Peresmian Rumah Besar Relawan HARUM Ampenan

Ratusan warga tumpah di jalan Saleh Sungkar, Dayen Peken Ampenan Kamis (22/10) sore kemarin. Warga hadir menyambut kedatangan pasangan H Mohan Roliskana – TGH Mujiburrahman (HARUM). Kedatangan pasangan ini untuk meresmikan Rumah Besar Relawan HARUM Ampenan.

Satgas Covid-19 : Masyarakat Harus Taat 3M Ketika Liburan

Kebijakan yang dibuat pemerintah dalam menghadapi pandemi Covid-19 dinilai cukup baik. Tantangan selanjutnya adalah pengawasan terhadap implementasi di lapangan. Khususnya terkaitpenerapan 3M yaitu memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, dan menjaga jarak.

Tiga Bank Syariah Digabung, Bersiap Jadi yang Terbesar di Nasional

”Mengawal dan membesarkan tidak hanya sampai legal merger, tapi juga memastikan hadirnya bank syariah nasional terbesar ini benar-benar dapat memberikan manfaat bagi orang banyak dan membawa nama Indonesia ke kancah global sebagai pusat ekonomi syariah dunia,” katanya.

Honda Genio Makin Fashionable

”Tampilan Honda Genio yang semakin atraktif mewakilkan ekspresi anak muda,” ujar Thomas. 

UN Diganti, Pemerintah Didorong Intensifkan Sosialisasi

”Supaya apa yang kurang dan kendala yang muncul, bisa segera dievaluasi,” ujar dosen Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Inggris dan Pasca Bahasa FKIP Unram ini.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.

52 Ribu UMKM NTB Bakal Dapat Bantuan Presiden Rp 2,4 Juta

Pemprov NTB mengusulkan 52.661 UMKM sebagai penerima bantuan presiden (banpres) produktif. ”Data ini terus kita perbarui sampai minggu kedua bulan September,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB H Wirajaya Kusuma, pada Lombok Post, kemarin (23/8).

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...
Enable Notifications    Ok No thanks