Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pemkab Lobar Diminta Serius Atasi Masalah Sampah

Galih Mps • Sabtu, 14 Januari 2023 | 19:15 WIB
TUTUP HIDUNG: Seorang pengendara menutup hidung saat melintas di depan tumpukan sampah di pinggir jalan perbatasan Desa Ketapang Raya, Kecamatan Keruak, belum lama ini.
TUTUP HIDUNG: Seorang pengendara menutup hidung saat melintas di depan tumpukan sampah di pinggir jalan perbatasan Desa Ketapang Raya, Kecamatan Keruak, belum lama ini.

GIRI MENANG-Pemkab Lombok Barat (Lobar) diharapkan lebih serius dalam menangani sampah. Sebab, masalah persampahan ini selalu menjadi problem yang tak kunjung bisa diselesaikan. Salah satu bentuk keseriusan penanganan itu, pemerintah perlu pengadaan armada.


Anggota DPRD Lobar Hendra Harianto mengatakan, dalam beberapa kali rapat dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), permasalahan yang selalu muncul adalah soal armada. DLH selalu menyampaikan tidak bisa memberikan penanganan maksimal karena minimnya armada.


"Ini masalah klasik yang selalu muncul, bahwa sampah kita tidak bisa diangkut karena armada kurang. Jadi, satu-satunya solusi adalah pengadaan armada," ujarnya.


Dalam pengadaan armada ini, pemerintah harus benar-benar serius. Misalnya, dalam satu kecamatan setidaknya memiliki satu unit kendaraan pengangkut. "Akan lebih bagus lagi kalau di tiap-tiap kecamatan ada dua armada," tambah politisi PKB itu.


Kemudian, dia juga mengusulkan, agar di tempat-tempat strategis disediakan satu bak sampah. Misalnya di pasar-pasar. Sehingga masyarakat tidak membuang sampah sembarangan. "Ada kontainer khusus tempat membuang sampah," ujarnya.


Dengan begitu, tidak akan terjadi penumpukan. Selama ini yang terjadi, pemerintah tidak menyediakan bak sampah khusus. Akibatnya, masyarakat membuang sampah sembarangan. "Kami di DPRD selalu mendorong agar penanganan sampah benar-benar serius," tambah Hendra.


Dia juga menilai, keberadaan TPS-3R selama ini tidak berfungsi. Pemerintah hanya bisa membuatnya tapi setelah itu tidak dioptimalkan. "Padahal kita punya beberapa TPS-3R, tapi saya lihat belum berfungsi," imbuh pria asal Desa Batu Kuta, Kecamatan Narmada itu.


Hendra mencontohkan TPS-3R yang ada di Desa Badrain, Kecamatan Narmada. Belum lagi di Des Babussalam, Kecamatan Gerung, dan di beberapa tempat lainnya. "Kalau ini dimaksimalkan akan sangat bagus, karena TPS-3R ini sudah ada sistem pengolahan sampah yang lebih efektif dan efesien," kata Hendra.


Dia menambahkan, Lobar termasuk kabupaten yang darurat sampah. Sebab, sangat mudah menemukan titik-titik penumpukan sampah. Ironisnya, tumpukan itu ada di tempat-tempat strategis. "Sebenarnya mudah mengatasi sampah ini, asalkan ada kemauan dan keseriusan," pungkasnya. (bib/r3)

Editor : Galih Mps
#Lobar