LombokPost-Rumah warga yang terkena angin puting beliung pada Sabtu (2/11) lalu terus bertambah.
Data yang dihimpun BPBD Lombok Barat menyebut ada 286 rumah yang terdampak. Terdiri dari 57 rusak berat, 73 rusak sedang dan 156 rusak ringan.
”Ini data yang sudah kami himpun dari semua desa,” kata Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Lobar Sabidin, Senin (4/11).
Sabidin menjelaskan mayoritas rumah terdampak berada di wilayah Kecamatan Kuripan. Jumlahnya sebanyak 281 rumah.
Tersebar di lima desa. Meliputi Desa Kuripan, Kuripan Selatan, Kuripan Utara, Kuripan Timur dan Desa Jagaraga.
Dari jumlah itu, kerusakan rumah paling banyak terjadi di Desa Kuripan sebanyak 225 unit dengan 675 jiwa terdampak.
”Makanya bantuan difokuskan ke sana,”paparnya.
Selain Kecamatan Kuripan, tiga wilayah lain juga terkena sapuan angin lesus. Yaitu Kecamatan Lembar tiga unit rumah, dan masing-masing satu rumah di Sekotong dan Narmada.
Sementara itu, Penjabat (Pj) Bupati Lombok Barat Ilham bersama jajarannya meninjau langsung korban puting beliung.
Dia mengunjungi sejumlah titik di Desa Kuripan dan Kuripan Timur.
Ilham disampingi sejumlah pejabat terkait. Tampak Kalak BPBD Lobar Sabidin, Kepala Dinas Kesehatan Arief Suryawirawan, Kepala Dinas Sosial Lalu Martajaya, Kepala Dinas Damkar H.M Sahlan, Kepala Dinas Kominfotik Ahad Legiarto serta Camat Kuripan Iskandar.
Dia bertemu langsung dengan sejumlah korban pemilik rumah.
Para korban berharap bisa segera mendapatkan bantuan seusai kebutuhan.
Untuk rumah dengan atap rusak berharap bisa mendapat bantuan berupa genteng agar lebih kuat.
”Saya memang sudah dapat bantuan terpal. Tapi mudah-mudahan ada bantuan atap berupa seng atau genteng,” kata Mahsun, salah seorang korban di Dusun Due Pelet, Desa Kuripan.
Pj Bupati Lobar Ilham menyampaikan pihaknya bergerak cepat dalam menangani musibah puting beliung.
Pasca kejadian BPBD dan sejumlah dinas bergerak cepat memberikan bantuan kepada masyarakat yang terkena musibah.
Bantuan berupa terpal, selimut dan logistik lainnya. Pihaknya juga langsung mengerahkan jajarannya untuk melakukan pemotongan pohon tumbang yang menutupi akses jalan.
”Alhamdulillah sudah ada penanganan yang cepat ke warga,” paparnya.
Ilham meminta masyarakat untuk terus waspada terhadap potensi cuaca buruk ekstrem. Apalagi saat awal musim hujan ini.
Masyarakat diingatkan juga untuk tidak banyak beraktivitas di luar rumah saat kondisi hujan.
Dia juga mengimbau warga untuk ikut terlibat membersihkan lingkungan agar saluran saluran air tidak mampet sata musim hujan.
Ini untuk mencegah dampak dan resiko banjir saat musim hujan.
”Musibah ini jadi pelajaran bagi kita semua. Saya minta semuanya tetap waspada dengan potensi cuaca ekstrem,” pungkasnya. (mar/r12)
Editor : Kimda Farida