LombokPost – Upaya pelestarian pesisir kembali digalakkan PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkit (UBP) Jeranjang bersama Universitas Mataram (Unram). Kedua institusi tersebut menggagas program percontohan (pilot project) inovasi mangrove berbasis pelampung di kawasan pesisir Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung, Lombok Barat.
Program ini lahir dari keprihatinan atas kondisi ekologi di sekitar pesisir yang kerap tergerus abrasi saat arus pasang. Selain itu, hingga kini masih minim model pembibitan mangrove yang mampu bertahan di kawasan perairan dinamis dan tergenang.
Padahal, ekosistem mangrove memegang peran penting sebagai pelindung pantai, penyerap karbon, hingga rumah bagi berbagai biota laut.
Dosen Fakultas Pertanian Unram Mahardika menjelaskan, pihaknya menawarkan konsep inovatif berupa rumah bibit propagul mangrove berbasis pelampung.
"Kami mengusulkan prototipe rumah bibit mangrove dengan metode pelampung. Model ini diharapkan bisa beradaptasi di berbagai macam kondisi perairan, termasuk di lokasi yang terendam saat pasang," jelasnya.
Dalam uji coba tahap awal, tim menanam sebanyak 150 bibit mangrove. Bibit itu ditempatkan dalam lima unit rumah bibit yang dipasang di muara Sungai Pantai Induk, Desa Taman Ayu. Penanaman dilakukan secara kolaboratif antara PLN Indonesia Power UBP Jeranjang, Universitas Mataram, dan Tim Siaga Bencana Desa Taman Ayu.
Metode ini disebut sebagai rumah bibit terapung mangrove atau disingkat “rumbit”. Ujicoba rumbit ini diharapkan mampu memberi gambaran efektivitas pertumbuhan bibit sebelum dilakukan penanaman skala lebih luas di pesisir yang rawan abrasi.
Manager PLN Indonesia Power UBP Jeranjang Yunisetya Ariwibawa menegaskan bahwa program ini sejalan dengan komitmen perusahaan dalam menjalankan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
“Kami ingin hadir tidak hanya sebagai penyedia listrik yang andal, tetapi juga membawa manfaat bagi masyarakat dan lingkungan sekitar. Melalui inovasi mangrove ini, kami berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga pesisir semakin meningkat,” katanya.
Selain memberikan dampak ekologis, kehadiran mangrove juga diyakini akan mendukung pengembangan ekonomi masyarakat pesisir. Ekosistem mangrove bisa menjadi potensi ekowisata, budidaya perikanan, hingga sumber penelitian ilmiah.
Program ini sekaligus menjadi tindak lanjut dari Memorandum of Understanding (MoU) yang telah ditandatangani PLN Indonesia Power UBP Jeranjang dan Universitas Mataram pada awal 2025 lalu. Kerja sama ini mencakup bidang penelitian, inovasi lingkungan, hingga pemberdayaan masyarakat.
Tokoh masyarakat Desa Taman Ayu menyambut baik langkah ini. Menurutnya, inisiatif tersebut menjadi harapan baru bagi warga yang selama ini khawatir dengan ancaman abrasi pantai.
Ke depan, uji coba rumbit ini akan terus dipantau perkembangan pertumbuhannya. Jika dinilai berhasil, metode tersebut akan diperluas ke titik-titik pantai lain yang mengalami kerusakan. PLN Indonesia Power UBP Jeranjang bersama Unram berkomitmen menjadikan program ini sebagai model percontohan nasional inovasi mangrove terapung.
Dengan inovasi ini, diharapkan Desa Taman Ayu bukan hanya bebas dari abrasi, tetapi juga menjadi pusat edukasi dan penelitian mangrove di Lombok Barat.
Editor : Siti Aeny Maryam