Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Warga Batulayar Soroti Distribusi MBG, Hanya Telur, Pisang, dan Roti

Hamdani Wathoni • Rabu, 25 Februari 2026 | 14:27 WIB

Menu MBG di wilayah Batulayar Lombok Barat disorot warga karena dinilai tidak sesuai dengan ketentuan.
Menu MBG di wilayah Batulayar Lombok Barat disorot warga karena dinilai tidak sesuai dengan ketentuan.

LombokPost – Warga Kecamatan Batulayar menyoroti penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai belum sesuai harapan.

Sejumlah orang tua siswa mengeluhkan menu yang dibagikan kepada anak-anak sekolah hanya berupa tiga item, yakni telur, pisang, dan roti tanpa minuman pendamping.

"Kalau melihat dari harga, pisang sekitar Rp 1.000, roti Rp 2.000, telur Rp 2.000. Totalnya kira-kira Rp 5.000. Pertanyaannya, apakah ini sudah standar dari manajemen MBG atau belum?" ujar Irwan, ketua RT 06 Dusun Senggigi kepada Lombok Post.

Dia mengaku menerima berbagai laporan dari grup masyarakat terkait menu MBG yang disalurkan beberapa hari terakhir.

Ia menyebut, berdasarkan informasi dan foto yang diterima, setiap anak hanya mendapatkan satu butir telur, satu buah pisang, dan satu potong roti.

Ia menegaskan, masyarakat bukan menolak program pemerintah tersebut. Namun, warga ingin memastikan proses persiapan dan distribusi berjalan sesuai standar gizi dan ketentuan yang berlaku. Terlebih, belakangan program MBG menjadi perhatian luas masyarakat.

"Kami khawatir kalau tidak dipersiapkan dengan baik bisa menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan, seperti keracunan atau masalah kesehatan lainnya. Ini yang kami ingatkan sejak awal," tegasnya.

Menurut Irwan, hingga saat ini belum ada sosialisasi dari pihak ahli gizi ke sekolah-sekolah terkait komposisi makanan yang dibagikan. Tiba-tiba, kata dia, petugas datang dan langsung menyalurkan makanan kering tersebut.

Ia bersama sejumlah warga berencana turun langsung mengecek proses persiapan dapur MBG di Kecamatan Batulayar usai Ramadan. Langkah itu, lanjutnya, sebagai bentuk pengawasan masyarakat agar program berjalan baik dan tidak menimbulkan polemik.

"Kami ingin tahu persiapannya seperti apa. Kalau memang sudah sesuai arahan pemerintah, silakan dilanjutkan. Tapi kalau tidak sesuai, jangan salahkan masyarakat kalau nanti kami bertindak," katanya.

Terpisah, Ketua Tim Satgas Pengawasan MBG Lombok Barat Saepul Akhkam mengatakan, pihaknya telah berulang kali menyoroti persoalan distribusi MBG. Namun, ia menegaskan Satgas Kabupaten hanya sebatas memberikan imbauan.

"Sudah berkali-kali juga saya sampaikan, kami cuma bisa mengimbau. Tidak menegur atau memperingatkan," jelasnya.

Saepul yang juga menjabat Asisten I Setda Lombok Barat itu menyebut berdasarkan informasi yang diterimanya, kewenangan pengawasan hingga penindakan berada pada Satgas Provinsi NTB.

Sementara itu, Ketua Satgas MBG Provinsi NTB Fathul Gani mengaku siap menindaklanjuti laporan masyarakat. Ia menyatakan akan berkoordinasi dengan Satgas Kabupaten dan koordinator wilayah setempat untuk memastikan persoalan tersebut ditangani.

Di sisi lain, Koordinator Wilayah Pelaksana MBG Lombok Barat, Gusti Ayu Kade Diastini mengaku pihaknya siap menindaklanjuti apa yang dikeluhkan masyarakat. Dia juga sebelumnya menjelaskan bahwa selama Ramadan, makanan yang dibagikan memang dalam bentuk makanan kering. Hal itu dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi siswa yang menjalankan ibadah puasa.

"Selama Ramadan, memang makanan yang akan dibagikan adalah makanan kering karena pertimbangan puasa. Namun tentu nanti kita sesuaikan kadar gizinya," ujarnya.

Meski demikian, warga berharap ke depan dapur MBG di Batulayar dapat beroperasi lebih optimal, transparan, dan memenuhi standar gizi yang ditetapkan. Mereka menegaskan dukungan terhadap program pemerintah tetap ada, asalkan pelaksanaannya benar-benar memperhatikan kesehatan dan keselamatan anak-anak. 

Editor : Marthadi
#Senggigi #Lombok Barat #Mbg #Batulayar #Dikeluhkan