LombokPost – Sorotan publik terhadap kondisi salah satu ornamen sayap di kawasan Alun-alun Giri Menang Park (GMP), Kabupaten Lombok Barat mendapat penjelasan dari Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP).
Menyusul sejumlah pihak menilai bagian ornamen tersebut dalam kondisi roboh, sehingga memunculkan kekhawatiran terhadap kualitas pengerjaan proyek. Namun, Kepala Dinas PUPRPKP Lombok Barat Lalu Ratnawi menegaskan, kondisi tersebut bukanlah kerusakan, melainkan bagian dari proses penyempurnaan.
"Itu bukan roboh. Memang sengaja kami turunkan untuk dilakukan penyesuaian," jelasnya, Minggu (29/3).
Ratnawi menerangkan, saat ini proyek Alun-alun GMP masih berada dalam masa pemeliharaan.
Karena itu, pihaknya melakukan sejumlah pembenahan, termasuk penyesuaian posisi ornamen agar tampak lebih simetris.
Menurutnya, evaluasi visual di lapangan menunjukkan adanya ketidakseimbangan pada tampilan ornamen sayap tersebut.
Hal itu mendorong tim teknis untuk melakukan pembongkaran sementara sebelum dipasang kembali dengan posisi yang lebih proporsional.
"Kami lihat ada sedikit view yang kurang simetris, jadi dilakukan pembongkaran untuk kita pasang lagi supaya lebih rapi dan seimbang," ujarnya.
Selain penyesuaian posisi, Dinas PUPRPKP juga melakukan penguatan pada bagian pondasi ornamen guna memastikan konstruksi lebih kokoh dan tahan lama.
Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas infrastruktur di kawasan tersebut.
Tidak hanya itu, perubahan juga dilakukan pada aspek estetika. Warna ornamen yang sebelumnya didominasi abu-abu kini diubah menjadi kombinasi putih dengan aksen emas.
Perubahan ini dilakukan untuk memperkuat kesan visual sekaligus menambah daya tarik kawasan alun-alun.
"Kami juga lakukan pengecatan ulang, dari warna abu-abu menjadi putih dengan list emas," tambahnya.
Di sisi lain, pengerjaan juga mencakup pemasangan jaringan listrik sebagai penunjang lampu ornamen. Nantinya, ornamen tersebut akan dilengkapi pencahayaan untuk memperindah suasana, khususnya pada malam hari.
Ratnawi memastikan seluruh proses tersebut dilakukan secara terencana dan masih dalam koridor pekerjaan yang sah karena proyek belum sepenuhnya diserahterimakan.
Untuk tahap kedua pengerjaan, pihaknya menargetkan rampung hingga minggu pertama April 2026.
Saat ini, progres pekerjaan secara keseluruhan disebut telah mencapai lebih dari 90 persen.
"Sekarang tinggal penanaman rumput dan beberapa penataan taman. Secara umum sudah di atas 90 persen," ungkapnya.
Proyek Alun-alun GMP diketahui dilaksanakan oleh CV Duta Cevate yang beralamat di BTN Bukit Citra Kencana Desa Perampuan Lombok Barat. Nilai kontrak proyek ini diketahui mencapai Rp 9,3 miliar.
Ketua Komisi III DPRD Lombok Barat Fauzi sebelumnya mengingatkan Pemkab Lobar untuk lebih memperhatikan kualitas proyek fisik.
"Tidak hanya mengejar kuantitas atau cepat jadi saja tetapi kualitasnya juga diperhatikan. Yang terpenting juga output-nya," tegasnya.
Komisi III sendiri sudah mengagendakan dalam waktu dekat akan turun mengecek sejumlah proyek fisik Pemda.
Termasuk Alun-alun Giri Menang Park yang diharapkan dapat menjadi ruang publik yang representatif, aman, dan estetis bagi masyarakat.
Editor : Kimda Farida