Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Selama Mudik, Penumpang Pelabuhan Pelindo Lembar Naik Tiga Persen, Kendaraan Logistik Melonjak Drastis 40 Persen

Hamdani Wathoni • Selasa, 31 Maret 2026 | 12:19 WIB

BERI PENJELASAN: Branch Manager Pelindo Cabang Lembar Kunto Wibisono (kiri) saat memberikan keterangan kepada wartawan, Senin (30/3).
BERI PENJELASAN: Branch Manager Pelindo Cabang Lembar Kunto Wibisono (kiri) saat memberikan keterangan kepada wartawan, Senin (30/3).

LombokPost – Aktivitas pergerakan penumpang dan kendaraan di Pelabuhan Lembar, Lombok Barat, menunjukkan tren positif selama periode mudik Lebaran 2026. Berdasarkan data evaluasi dari H-15 hingga H+7, tercatat adanya kenaikan jumlah penumpang dan lonjakan signifikan pada sektor kendaraan logistik dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

"Realisasi penumpang sampai dengan H+7 kemarin mencapai 28.211 orang. Jika dibandingkan tahun lalu yang berada di angka 27.262 orang, ada kenaikan sekitar 3 persen," ujar Branch Manager PT Pelindo Cabang Lembar Kunto Wibisono.

Dia mengungkapkan, hingga saat ini arus mudik maupun balik di gerbang laut Pulau Lombok tersebut berjalan lancar dan terkendali. Kunto merinci, untuk jumlah penumpang maupun kendaraan terjadi kenaikan yang menggembirakan.​

Kenaikan ini menurut Kunto dipengaruhi oleh masa libur perayaan Nyepi yang cukup panjang dan berdekatan dengan momentum Ramadan. Ini memberikan fleksibilitas waktu bagi masyarakat, terutama kalangan mahasiswa yang menempuh pendidikan di Pulau Jawa, untuk pulang ke kampung halaman lebih awal.

​Tak hanya penumpang, jumlah armada kapal yang beroperasi juga mengalami peningkatan. Tahun ini, total unit kapal yang melayani rute dari dan menuju Lembar mencapai 77 unit, atau naik 5 persen dibandingkan tahun lalu. Rute-rute panjang seperti Lembar-Surabaya dan Lembar-Banyuwangi menjadi jalur yang paling padat dilalui.

Fenomena menarik terlihat pada data kendaraan. Pelindo mencatat lonjakan tajam sebesar 40 persen pada kategori kendaraan, mulai dari roda dua hingga truk logistik (fuso).

"Untuk kendaraan, kenaikannya cukup lumayan, yakni 40 persen. Tahun lalu tercatat 16.207 unit, sementara tahun ini melonjak menjadi 22.656 unit," papar Kunto.

​Ia menganalisis bahwa lonjakan ini kemungkinan besar dipicu oleh kebijakan pembatasan operasional kendaraan angkutan barang yang biasanya diberlakukan menjelang hari raya. Hal ini membuat para pelaku logistik melakukan pengiriman lebih awal untuk menghindari masa pembatasan tersebut. ​

Terkait kelancaran arus, Kunto memastikan tidak ada kendala berarti di lapangan. Ketersediaan buffer zone atau ruang tunggu kendaraan (RTK) yang luas di Pelabuhan Lembar maupun Gili Mas sangat membantu mencegah terjadinya kemacetan di akses jalan utama.

Meski operasional berjalan baik, Kunto mengakui adanya tantangan pada kapasitas Terminal Kedaro di Lembar yang saat ini hanya mampu menampung sekitar 200 orang. Kondisi ini berbanding jauh dengan Pelabuhan Gili Mas yang mampu menampung hingga 1.500 orang. ​

Untuk menyiasati lonjakan penumpang saat ini, pihak Pelindo telah bersinergi dengan instansi terkait seperti BPBD untuk menyediakan tenda-tenda tambahan bagi calon penumpang. Namun, solusi jangka panjang telah disiapkan. ​

"Kami berencana melakukan revitalisasi Terminal Kedaro secara multiyears, mulai tahun ini atau tahun depan. Target kami kapasitasnya bisa naik menjadi 500 hingga 600 orang, agar sebanding dengan kapasitas kapal-kapal besar rute Surabaya yang bisa mengangkut hingga 400 penumpang sekali jalan," pungkasnya optimistis. 

Editor : Kimda Farida
#lebaran #mudik #Lombok Barat #pelindo #Lembar