Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Puting Beliung, Banjir, Tanah Longsor Mengintai, NTB Siaga Darurat Bencana

A
Penulis: Administrator❯
RUSAK: Sebuah rumah warga yang rusak akibat hujan lebat disertai angin kencang beberapa waktu lalu.
RUSAK: Sebuah rumah warga yang rusak akibat hujan lebat disertai angin kencang beberapa waktu lalu.
MATARAM-Angin kencang sebulan terakhir membuat 2.324 warga menderita. ”Rumahnya rusak, untuk sementara atap rumahnya pakai terpal,” kata Kepala Pelaksana BPBD NTB H Ahsanul Khalik, pada Lombok Post, kemarin (15/12).

Sejak November lalu, angin menerjang tujuh kabupaten/kota di NTB. Yakni Kota Mataram, Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa Barat, Sumbawa, dan Dompu. ”Sedangkan Lombok Utara, Bima dan Kota Bima tidak terdampak,” katanya.

Kabupaten Dompu menjadi daerah paling parah. BPBD NTB mencatat, 140 unit rumah rusak berat, 144 unit rusak sedang, dan 124 rusak ringan. ”Enam warga luka-luka dan sejumlah fasilitas umum, kesehatan dan pendidikan rusak,” sebutnya.

Terparah kedua adalah Kabupaten Sumbawa, dengan 130 rumah rusak dan 12 warga luka-luka. ”Fasilitas pendidikan dan peribadatan juga rusak di sana,” ujarnya.

Dampak bencana masih mampu ditangani pemda masing-masing, terutama untuk perbaikan rumah. ”Rusaknya rata-rata bagian atap,” katanya.

Dia menjelaskan, BPBD sudah berkoordinasi dengan BMKG dan BPBD semua kabupaten/kota. ”BPBD NTB membackup peralatan, personel dan logistik,” ujarnya.

Dia menyebut, saat ini dibutuhkan bantuan peralatan kebencanaan untuk mengatasi banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung. Juga sandang, pangan, terpal, matras dan selimut. ”Kondisi ini sudah kami laporkan ke BNPB,” ujarnya.

Dengan kondisi saat ini, BPBD NTB menetapkan status siaga darurat angin puting beliung, siaga darurat banjir dan siaga darurat tanah longsor. ”Artinya ada peningkatan eskalasi ancaman (bencana), didasarkan hasil pemantauan yang akurat,” jelasnya.

Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Lombok Barat Dewo Sulistio Adi Wibowo meminta warga hati-hati. ”Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem seperti hujan lebat, angin kencang dan angin puting beliung,” imbuhnya.

Dia menjelaskan, saat ini NTB telah memasuki musim hujan. Curah hujan kategori menengah terjadi di Lombok bagian barat, Lombok bagian utara, dan Sumbawa bagian barat. Namun beberapa wilayah masih mengalami hari tanpa hujan (HTH) ekstrem  di atas 60 hari. ”Terpanjang di Sape, Kabupaten Bima sepanjang 224 hari,” katanya.

Daerah dengan kategori kekeringan ekstrem lainnya yakni  Lombok Timur bagian Keruak, Swela. Lombok Tengah bagian Praya Barat, dan Praya.

BNPB juga meminta masyarakat mewaspadai bencana hidrometeorologis akibat turunnya hujan dengan intensitas tinggi. Berdasarkan laporan harian Pusat Kendali dan Operasi (Pusdalops) BNPB kemarin (15/12), angin puting beliung melanda NTB pada Sabtu (14/12) pukul 14.30 Wita. Di Kota Mataram dua orang dilaporkan luka berat dengan 11 orang luka ringan. Kerugian materi berupa dua unit rumah yang rusak ringan serta tiga unit ruko mengalami rusak berat ditambah satu fasilitas umum.

Angin puting beliung juga melanda Lombok Tengah di Kecamatan Kopang. Dua orang dilaporkan luka ringan dengan kerugian fisik berupa 17 unit rumah rusak. “Semua kejadiannya dipicu oleh hujan dan angin kencang,” kata Kapusdatinmas BNPB Agus Wibowo kemarin.

Agus mengatakan, BNPB telah memberikan peringatan bahwa tanda-tanda angin puting beliung akan terjadi. Di antaranya, awan yang pekat dan menggantung tinggi di angkasa. Kecepatan angin puting beliung bisa mencapai 120 kilometer per jam.

Bagi warga mendapati wilayahnya tengah diamuk puting beliung harus segera masuk ke dalam rumah dengan mengunci semua pintu dan jendela. Amankan barang-barang yang bisa terlempar angin. Selain itu, jauhi kaca karena berpotensi pecah oleh benda yang beterbangan di luar.

“Paling utama jika terjadi angin kencang untuk menghindari reklame, pohon, dan tiang listrik juga bangunan bangunan lain yang mudah roboh,” kata Agus. (ili/jpg/r4/r5)

Advertisement
Advertisement
Editor : Administrator
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer