
MATARAM-Realisasi investasi NTB 2019 masih jauh dari target. Harusnya kita berani membuat investasi-investasi yang lebih kreatif, dan sejalan dengan ekonomi kreatif. NTB ini miskin ide kreatif, kata Lektor Kepala Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Mataram (Unram) Dr Abdul Azis Bagis, kemarin (10/2).
Menurutnya, ekonomi NTB belum keluar dari pola yang lama. Yakni, cenderung tergantung pada sumber daya alam (SDA) dan pariwisata yang konvensional. Kalau pasar luar lagi turun, kita ikut turun kan gak lucu, ujarnya.
Ia menuturkan, ide-ide kreatif bisa melalui riset. Salah satunya, dengan hadirnya beberapa perguruan tinggi yang mampu melahirkan ide-ide kreatif. Karena pengusaha kita juga kekurangan itu (ide), dia terjebak oleh yang itu-itu saja, tutur dia.
Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi mestinya didukung dengan pertumbuhan investasi. Sayangnya, investasi NTB di 2019 lalu justru anjlok jauh dari target. Dari target Rp 16 triliun, yang terealiasi hanya Rp 10 triliunan lebih.
“Ada kendala perizinan di lapangan, bahkan masih belum ramah terhadap investasi, kata anggota Komisi II DPRD NTB Made Slamet.
Sebelumnya, NTB menggaungkan daerah yang ramah investasi. Sayangnya, kejadian di lapangan terjadi yang sebaliknya. Banyak sistem perizinan di lapangan yang belum ramah. Khususnya di kabupaten/kota.
“Itu yang menjadi hambatan. Terutama yang ada di kabupaten dan kota, terangnya.
Sementara itu, pelaku-pelaku ekonomi kecil ini belum dapat perhatian dari pemerintah. Yang di garap banyak kan ke atas, di bawah ini tidak perhatikan. Ini harus di gerakan, tuturnya. (tea/r5)
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




