Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
SELONG-Setiap hujan lebat, tebing di Pusuk Sembalun dipastikan longsor. “Jangankan tiga jam, dua jam saja hujan lebat, pasti longsor,” kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Lotim L Rusnan pada Lombok Post, kemarin (17/2).
Hal itu disebabkan oleh kontur tanah yang sudah tak kuat menahan pohon besar. Sementara dalam kondisi musim hujan seperti ini, pihaknya kesulitan melakukan pencegahan. Salah satunya dengan menebang pohon-pohon besar di atas sana. “Kalau sekarang bahaya sekali. Sangat berisiko jika tim dipaksanakan naik,” katanya.
Sebelumnya, pada Sabtu (15/2) malam lalu, longsor di Pusuk Sembalun kembali terjadi. Lokasi tepatnya tak jauh dari titik longsor yang terjadi beberapa hari sebelumnya. Akibat longsor itu, pohon besar tumbang, dan jalan sempat tertutup sepenuhnya.
Minggu (16/2) pagi, pihaknya bersama anggota Polsek Sembalun dan Koramil Sembalun juga warga membersihkan sisa materi longsor. “Karena banyak, bersihnya baru hari,” terangnya.
Menurut Rusnan, titik rawan berada di sepanjang tebing yang miring. Ia menyayangkan, perusahaan yang mengerjakan proyek jalan di Pusuk Sembalun tidak membuat tangga penguat kontur tanah. Seperti yang dibuat di titik lainnya.
Karena itu, pihaknya mengimbau kepada pengendara agar lebih berhati-hati. “Saran kami, jika terjadi hujan lebat, sebaiknya berhenti dulu,” katanya.
Saat ini, curah hujan disertai angin di Lotim cukup tinggi. Tidak hanya di Sembalun. Di beberapa titik seperti di Kelurahan Sekarteja Kecamatan Selong, dan Aikmel juga terjadi pohon tumbang. “Di beberapa titik lainnya sudah kita tangani,” ujarnya.
Kapolsek Sembalun Iptu Lalu Panca Warsa juga mengimbau kepada warga agar meningkatkan kewaspadaan saat melintas di Pusuk Sembalun. Ia bersyukur, tidak ada korban luka atau pun nyawa yang diakibatkan oleh longsor yang sudah beberapa kali terjadi. Hal itu disebabkan karena waktu kejadian di malam hari.
“Kami berharap warga lebih berhati-hati lagi, apalagi hujan lebat di saat lalu lalang kendaraan lumayan banyak,” pintanya. (tih/r5)
Hal itu disebabkan oleh kontur tanah yang sudah tak kuat menahan pohon besar. Sementara dalam kondisi musim hujan seperti ini, pihaknya kesulitan melakukan pencegahan. Salah satunya dengan menebang pohon-pohon besar di atas sana. “Kalau sekarang bahaya sekali. Sangat berisiko jika tim dipaksanakan naik,” katanya.
Sebelumnya, pada Sabtu (15/2) malam lalu, longsor di Pusuk Sembalun kembali terjadi. Lokasi tepatnya tak jauh dari titik longsor yang terjadi beberapa hari sebelumnya. Akibat longsor itu, pohon besar tumbang, dan jalan sempat tertutup sepenuhnya.
Minggu (16/2) pagi, pihaknya bersama anggota Polsek Sembalun dan Koramil Sembalun juga warga membersihkan sisa materi longsor. “Karena banyak, bersihnya baru hari,” terangnya.
Menurut Rusnan, titik rawan berada di sepanjang tebing yang miring. Ia menyayangkan, perusahaan yang mengerjakan proyek jalan di Pusuk Sembalun tidak membuat tangga penguat kontur tanah. Seperti yang dibuat di titik lainnya.
Karena itu, pihaknya mengimbau kepada pengendara agar lebih berhati-hati. “Saran kami, jika terjadi hujan lebat, sebaiknya berhenti dulu,” katanya.
Saat ini, curah hujan disertai angin di Lotim cukup tinggi. Tidak hanya di Sembalun. Di beberapa titik seperti di Kelurahan Sekarteja Kecamatan Selong, dan Aikmel juga terjadi pohon tumbang. “Di beberapa titik lainnya sudah kita tangani,” ujarnya.
Kapolsek Sembalun Iptu Lalu Panca Warsa juga mengimbau kepada warga agar meningkatkan kewaspadaan saat melintas di Pusuk Sembalun. Ia bersyukur, tidak ada korban luka atau pun nyawa yang diakibatkan oleh longsor yang sudah beberapa kali terjadi. Hal itu disebabkan karena waktu kejadian di malam hari.
“Kami berharap warga lebih berhati-hati lagi, apalagi hujan lebat di saat lalu lalang kendaraan lumayan banyak,” pintanya. (tih/r5)
Advertisement
Advertisement
Lombok PostIkuti
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!
Artikel Terkait
Advertisement
Berita Terkini
Advertisement
Advertisement



