Jangan Sampai Terulang Lagi! Pemkab Lakukan Evaluasi Total Program MBG di Loteng

LombokPost - Kasus keracunan makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan kali pertama terjadi di Lombok Tengah (Loteng). Sebelumnya, terjadi pada tanggal 17 Januari 2026, 38 siswa mengalami mual, muntah, dan pusing usai mengonsumsi menu MBG.
Teranyar, keracunan massal kembali melanda ratusan siswa pada Jumat (11/9). Berdasarkan Data Laporan Terkini Kejadian Menonjol Dinas Kesehatan (Dikes) Loteng, total korban terdampak pada peristiwa ini mencapai 335 orang.
Para korban yang didominasi pelajar tersebut sempat mendapatkan perawatan intensif di empat puskesmas. Rinciannya, Puskesmas Pringgarata sebanyak 182 orang, Puskesmas Aik Darek sebanyak 86 orang, Puskesmas Mantang sebanyak 51 orang dan Puskesmas bagu sebanyak 16 orang.
Merespons musibah beruntun ini, Pemkab Loteng bersama Satuan Petugas (Satgas) MBG, Badan Gizi Nasional (BGN), dan aparat kepolisian langsung bergerak cepat turun ke lapangan untuk melakukan evaluasi menyeluruh.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Loteng Lalu Muliawan memastikan, penanganan medis terhadap seluruh siswa berjalan optimal.
“Seluruh siswa yang sempat dirawat sudah dipulangkan ke rumah masing-masing. Kondisi mereka sudah stabil setelah mendapatkan penanganan cepat dari tim medis,” tegas Muliawan, Ahad (13/9).
Baca Juga: Sampai Kapan MBG Memakan Korban? Diduga Keracunan, 352 Siswa di Loteng Dilarikan ke Puskesmas
Muliawan menjelaskan, fokus utama Pemkab Loteng saat ini adalah pemulihan kesehatan pelajar sembari mendalami alur produksi hingga distribusi makanan. Mulai dari penyediaan bahan baku, kualitas olahan, higienitas dapur di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Hingga yang sangat vital adalah timing atau jeda waktu distribusi dari dapur sampai ke meja makan para siswa di sekolah,” jelasnya.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




