Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jangan Sampai Terulang Lagi! Pemkab Lakukan Evaluasi Total Program MBG di Loteng

L
Penulis: Lestari Dewi❯
Khairuddin, pemilik Yayasan Budi Sain Mangkling menunjukkan kondisi kantor SPPG Lombok Tengah Mekar Bersatu tanpa aktivitas setelah ditutup sementara BGN pasca keracunan massal ratusan siswa, di Desa Lendang Tampel, Batukliang, Lombok Tengah, Ahad (13/9).
Khairuddin, pemilik Yayasan Budi Sain Mangkling menunjukkan kondisi kantor SPPG Lombok Tengah Mekar Bersatu tanpa aktivitas setelah ditutup sementara BGN pasca keracunan massal ratusan siswa, di Desa Lendang Tampel, Batukliang, Lombok Tengah, Ahad (13/9).

Advertisement

 

 

LombokPost - Kasus keracunan makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan kali pertama terjadi di Lombok Tengah (Loteng). Sebelumnya, terjadi pada tanggal 17 Januari 2026, 38 siswa mengalami mual, muntah, dan pusing usai mengonsumsi menu MBG. 

Advertisement

Teranyar, keracunan massal kembali melanda ratusan siswa pada Jumat (11/9). Berdasarkan Data Laporan Terkini Kejadian Menonjol Dinas Kesehatan (Dikes) Loteng, total korban terdampak pada peristiwa ini mencapai 335 orang.

Para korban yang didominasi pelajar tersebut sempat mendapatkan perawatan intensif di empat puskesmas. Rinciannya, Puskesmas Pringgarata sebanyak 182 orang, Puskesmas Aik Darek sebanyak 86 orang, Puskesmas Mantang sebanyak 51 orang dan Puskesmas bagu sebanyak 16 orang.

Merespons musibah beruntun ini, Pemkab Loteng bersama Satuan Petugas (Satgas) MBG, Badan Gizi Nasional (BGN), dan aparat kepolisian langsung bergerak cepat turun ke lapangan untuk melakukan evaluasi menyeluruh.

Advertisement

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Loteng Lalu Muliawan memastikan, penanganan medis terhadap seluruh siswa berjalan optimal.

“Seluruh siswa yang sempat dirawat sudah dipulangkan ke rumah masing-masing. Kondisi mereka sudah stabil setelah mendapatkan penanganan cepat dari tim medis,” tegas Muliawan, Ahad (13/9).

Muliawan menjelaskan, fokus utama Pemkab Loteng saat ini adalah pemulihan kesehatan pelajar sembari mendalami alur produksi hingga distribusi makanan. Mulai dari penyediaan bahan baku, kualitas olahan, higienitas dapur di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Hingga yang sangat vital adalah timing atau jeda waktu distribusi dari dapur sampai ke meja makan para siswa di sekolah,” jelasnya.

Advertisement
Editor : Kimda Farida
Sumber : Liputan Berita Lombok Post
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

DPRD NTB Desak Pembenahan Total Dapur MBG, Pasca Kasus Dugaan Keracunan Siswa di Lombok Tengah

DPRD NTB Desak Pembenahan Total Dapur MBG, Pasca Kasus Dugaan Keracunan Siswa di Lombok Tengah

Dugaan keracunan MBG di SDN 1 Beber Lombok Tengah mendapat perhatian serius dari anggota DPRD NTB.

Lempar Handuk, Pemilik SPPG Tuding Keterlambatan Sekolah dan Anak Tak Sarapan Picu Keracunan MBG

Lempar Handuk, Pemilik SPPG Tuding Keterlambatan Sekolah dan Anak Tak Sarapan Picu Keracunan MBG

Keracunan menu MBG, pihak Yayasan menuding keterlambatan pembagian di sekolah serta kondisi perut kosong siswa sebagai pemicu utama.

Sampai Kapan MBG Memakan Korban? Diduga Keracunan, 352 Siswa di Loteng Dilarikan ke Puskesmas

Sampai Kapan MBG Memakan Korban? Diduga Keracunan, 352 Siswa di Loteng Dilarikan ke Puskesmas

Dugaan keracunan akibat MBG meluas. Jumat (11/9), 352 siswa dari berbagai sekolah di Lombok Tengah dilarikan ke fasilitas kesehatan

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer