
LombokPost - Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Jatanras Ditreskrimum Polda NTB membongkar kasus pencurian perangkat komputer di SDN 2 Labulia, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah. Dua orang pria berinisial AA dan MHA ditangkap polisi beserta barang bukti empat unit Chromebook hasil curian. Pelaku utama berinisial AA diketahui merupakan residivis yang sudah lima kali keluar masuk penjara.
Direktur Reskrimum Polda NTB Kombes Pol. Arisandi menjelaskan, aksi pencurian berlangsung pada Selasa (1/9) sekitar pukul 04.00 Wita di ruang guru sekolah tersebut. Penangkapan kedua pelaku kemudian berhasil dilakukan petugas pada Senin (19/10).
"Tim URC Jatanras melakukan penyelidikan setelah menerima laporan pencurian perangkat komputer milik sekolah. Dari hasil pengembangan, kami mengamankan empat unit Chromebook merek Advan dan dua orang yang diduga terlibat dalam perkara ini," ujar Kombes Arisandi.
Dalam aksinya, AA membobol ruang guru melalui jendela. Pelaku membawa kabur tujuh unit Chromebook merek Advan dan satu laptop Lenovo, yang mengakibatkan pihak sekolah merugi hingga sekitar Rp 23,5 juta.
"Kami terus mendalami perkara ini, termasuk menelusuri keberadaan barang-barang lain yang belum ditemukan," tutur Kombes Arisandi.
Jejak kasus ini mulai terungkap saat polisi mendeteksi keberadaan perangkat komputer curian di Desa Parampuan, Kecamatan Labuapi, Lombok Barat. Di lokasi tersebut, petugas menyita empat unit Chromebook dari tangan MHA, yang diduga bertindak sebagai penadah barang curian dari AA.
Setelah membekuk MHA, aparat langsung bergerak cepat menuju Desa Labulia, Kecamatan Jonggat, untuk menangkap AA. Pada pemeriksaan awal, AA langsung mengakui seluruh perbuatannya telah membobol inventaris SDN 2 Labulia.
"Kami masih melakukan pengembangan untuk mencari barang bukti lainnya, mencocokkan perangkat yang diamankan dengan data kepemilikan sekolah, serta melengkapi proses penyidikan sesuai ketentuan hukum," tegas Kombes Arisandi.
Saat ini, AA yang bertindak sebagai eksekutor utama dan MHA sebagai penadah masih menjalani pemeriksaan intensif. Penyidik kepolisian juga terus menelusuri alur perpindahan sisa barang curian untuk membongkar potensi keterlibatan pelaku lainnya.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




