LombokPost - Polisi terus mengusut dugaan perusakan dan pembakaran gedung DPRD NTB saat aksi demo, Sabtu (30/8) lalu.
Satreskrim Polresta Mataram yang masuk dalam tim penyelidikan peristiwa tersebut mulai memeriksa sejumlah saksi.
Penyelidik sudah memeriksa Kabag Umum dan Humas Sekretariat DPRD NTB, M Erwan. Pria yang pernah menjabat sebagai Camat Cakranegara itu diperiksa akhir pekan lalu.
Baca Juga: Nasib Gedung DPRD NTB Akan Ditentukan Tim Uji Khusus
“Ya, sudah kami mintai keterangan pada Kamis (4/9) lalu,” kata Kanit Jatanras Satreskrim Polresta Mataram Iptu Ahmad Taufik, kemarin.
Namun, polisi tidak menjelaskan mengenai materi pemeriksaan. Mereka memastikan saat ini pihaknya masih menginventaris sejumlah barang yang sebelumnya tercatat sebagai aset DPRD NTB.
”Hanya seputar itu saja dulu,” ujar dia.
Baca Juga: Gedung DPRD NTB Dibakar, Kasus Uang Siluman Tetap Berlanjut
Taufik enggan membeberkan sejauh mana hasil pemeriksaan terhadap sejumlah saksi. ”Masih berproses. Intinya pemeriksaan ini berkaitan dengan kasus kebakaran di sana (Gedung DPRD NTB),” jelasnya.
Kasatreskrim Polresta Mataram AKP Regi Halili mengatakan, pemeriksaan saksi masih berproses. Pihaknya lebih dulu pegawai dan staf di DPRD NTB. ”Kita masih dalami,” kata Regi.
Rencananya, ketua DPRD NTB Isvie Rupaeda juga bakal diperiksa. Proses pemanggilan terhadap politisi Partai Golongan Karya (Golkar) sudah dilayangkan. ”Rencananya, Senin (8/9) ini kita periksa,” ujarnya.
Baca Juga: Perbaikan Gedung DPRD NTB, Pemprov Tunggu Kepastian Sumber Dana Dari APBD atau APBN
Permintaan keterangan Baiq Isvie itu untuk mengetahui jumlah kerugian akibat kerusakan dan terbakarnya gedung yang bertempat di Jalan Udayana, Kota Mataram tersebut. ”Sampai sekarang kita kan belum tahu kerugiannya,” kata dia.
Sejauh ini, polisi sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Hasil penyelidikan sementara, Polresta Mataram menyimpulkan bahwa gedung itu hangus karena dibakar.
Para pelaku memulainya dengan membakar benda-benda yang mudah tersulut api. Seperti kardus, ban, dan benda yang terbuat dari plastik.
“Nantinya, kita akan mengarah kepada siapa (pelaku) yang membakar. Tidak pembakaran spontan. Itu pasti dilakukan secara sadar,” tegas Regi. (arl/r5)
Editor : Kimda Farida