Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Geger! Rumah Orang Tua Kader PDIP Palti Hutabarat Diteror Bangkai Kepala Anjing

Marthadi • Kamis, 19 Maret 2026 | 19:49 WIB

Bangkai kepala anjing yang dikirim ke rumah orang tua Palti Hutabarat di Sumut. (Istimewa)
Bangkai kepala anjing yang dikirim ke rumah orang tua Palti Hutabarat di Sumut. (Istimewa)
LombokPost – Teror biadab tak berpintu menyerang kediaman orang tua Palti Hutabarat; bukan sekadar gertakan, sebuah bangkai kepala anjing ditemukan membusuk di pekarangan, mengirim pesan ancaman yang membuat bulu kuduk merinding.

Kejadian yang mengguncang ketenangan warga Deli Serdang, Sumatera Utara ini diduga kuat merupakan aksi intimidasi terencana terhadap kader PDI Perjuangan tersebut.

Melansir informasi dari Harian Fajar, aksi pelemparan bangkai kepala anjing itu diperkirakan terjadi pada Rabu malam (18/3/2026) antara pukul 22.00 hingga 00.00 WIB.

Keluarga Palti baru menyadari keberadaan benda mengerikan itu pada Kamis pagi (19/3/2026) sekitar pukul 07.00 WIB saat memeriksa area halaman rumah.

Palti Hutabarat, yang juga menjabat sebagai perwakilan Badan Bantuan Hukum dan Advokasi Rakyat (BBHAR) PDIP, mengungkapkan bahwa ini bukanlah serangan pertama yang ia terima. Ia mencium adanya pola teror yang berkesinambungan.

"Ini adalah kelanjutan dari kejadian sebelumnya," ungkap Palti sebagaimana dikutip dari sumber Harian Fajar.

Rentetan teror ini dimulai sejak Rabu, 11 Maret 2026. Saat itu, dua pria misterius yang mengendarai sepeda motor sempat terlihat memantau situasi di komplek perumahan Palti. Mereka bertanya kepada petugas keamanan mengenai status hunian rumah target.

"Mereka bertanya, apakah rumah nomor sekian tidak ada penghuninya?" ujar Wiradarma Harefa, pendamping hukum Palti, menirukan kesaksian petugas keamanan di lokasi.

Tak berhenti di sana, pada 13 Maret, sebuah paket dengan sistem pembayaran di tempat (COD) tiba di rumah tersebut tanpa ada yang memesan, sehingga langsung ditolak.

Yang paling mencengangkan sekaligus menyesakkan, pada 14 Maret kembali datang paket kedua. Kali ini, paket tersebut dikirim atas nama almarhum ayah Palti, meskipun alamat pengirim tertera dari Jakarta.

“Paket itu jelas tidak bisa diterima. Bagaimana mungkin orang yang sudah meninggal bisa mengirimkan paket?” tegas Wiradarma dalam keterangannya.

Hingga saat ini, pihak Palti Hutabarat terus memantau perkembangan situasi dan melakukan koordinasi terkait langkah hukum serta keamanan keluarga pasca-temuan bangkai kepala anjing yang menjadi puncak aksi teror tersebut.

Editor : Marthadi
#Teror paket misterius #Teror Kepala Anjing #palti hutabarat #Berita Deli Serdang #Kader PDIP diteror