LombokPost - Di balik angka statistik dan diagnosa medis, terdapat kisah perjuangan manusia yang penuh warna.
Memperingati Hari Kanker Sedunia pada 4 Februari 2026, MSD Indonesia bersama Yayasan Kanker Indonesia (YKI) menggelar pameran seni bertajuk “Understanding Cancer Through Art”.
Pameran yang berlangsung hingga 8 Februari di MGP Space, SCBD Park ini, menampilkan lebih dari 64 karya seni hasil buah tangan para penyintas dan caregiver (pendamping pasien).
Kanker: Tantangan Kemanusiaan 2050
Kementerian Kesehatan RI melalui dr. Niken Wastu Palupi mengingatkan bahwa tantangan kanker di Indonesia sangat nyata. Data GLOBOCAN 2022 menunjukkan ada 408.000 kasus baru dalam setahun. Tanpa pencegahan dan deteksi dini, kasus kanker diprediksi melonjak hingga 70 persen pada 2050.
"Kanker bukan hanya persoalan medis, tapi persoalan kemanusiaan yang menguji seluruh sisi kehidupan. Melalui seni, pejuang kanker menemukan kembali martabat dan makna hidupnya," ujar Ketua Umum YKI, Prof. DR. dr. Aru Wisaksono Sudoyo.
Menjelajah 4 Zona Perjalanan Batin
Pameran ini tidak hanya menampilkan visual yang indah, tetapi mengajak pengunjung masuk ke dalam dunia para pejuang melalui empat zona interaktif:
Titik Awal Perjuangan: Menggambarkan momen berat saat menerima vonis dan tekad untuk bertahan.
Bicara dan Dengarkan: Menyoroti pentingnya berbagi cerita untuk meruntuhkan stigma.
Perspektif yang Berubah: Refleksi kekuatan batin dan penerimaan diri.
Perjuangan Kolektif: Penegasan bahwa tidak ada seorang pun yang boleh melawan kanker sendirian.
#NgobrolinKanker: Ruang Aman untuk Berbagi
Managing Director MSD Indonesia, George Stylianou, menegaskan komitmennya untuk menghadirkan lebih banyak pilihan penanganan dan kualitas hidup yang lebih baik bagi pasien. Melalui kampanye #NgobrolinKanker, MSD ingin menciptakan ruang percakapan yang inklusif dan penuh empati.
Kesaksian haru juga datang dari publik figur Alika Islamadina. Sebagai mantan caregiver bagi neneknya, ia merasakan betapa besarnya arti kehadiran keluarga. "Setiap karya di sini terasa sangat personal. Saya berharap pameran ini menggerakkan hati lebih banyak orang untuk memberi dukungan nyata," tuturnya.
Selain pameran seni, acara ini juga menghadirkan rangkaian talk show edukatif yang membahas tuntas seputar kanker paru, payudara, serviks, hingga mitos-mitos kesehatan yang sering beredar di masyarakat.
Editor : Pujo Nugroho