
LombokPost – Menjelajahi Sumbawa masih kurang lengkap tanpa mencicipi kuliner khasnya. Daerah ini menyimpan sebuah mahakarya gastronomi yang mampu membuat lidah ketagihan. Namanya Singang.
Singang adalah cara masyarakat Suku Samawa merayakan kekayaan laut mereka. Hidangan tradisional berbasis ikan segar ini sekilas memiliki kemiripan visual dengan gulai ikan khas Sumatra karena karakter kuahnya yang melimpah.
Namun, begitu mangkuk sup hangat ini mendarat di meja makan, Singang langsung menegaskan identitasnya yang kontras dan jauh lebih menyegarkan.
Baca Juga: Bertabur Bintang, Lini Drakor Terbaru Juli 2026 Siap Manjakan Pecinta Drama Korea
Ketika disajikan, kuah Singang adalah sebuah festival warna yang menggugah selera. Warna kuning keemasan dari kunyit berpadu apik dengan rona hijau pekat dari daun ruku, kemangi khas Sumbawa, hingga letupan warna merah merona dari cabai rawit utuh di permukaan.
Komposisi visual ini tidak hanya memanjakan mata, tetapi juga menjadi sinyal awal atas ledakan rasa yang siap menyapa indra pencecap.
Karakter utama yang membuat Singang begitu ikonis terletak pada keseimbangan rasa asam-pedas-gurih yang sangat presisi.
Rasa asam yang mendominasi kuahnya tidak terasa getir, tapi segar karena bersumber langsung dari ekstraksi daging buah asam Jawa alami.
Untuk mengunci keotentikan rasa tersebut, para tetua adat Samawa sangat menganjurkan penggunaan varietas ikan laut segar sebagai bintang utamanya.
Seperti ikan kakap, baronang, barakuda dan kuwe. Struktur daging ikannya yang padat namun lembut terbukti mampu menyerap bumbu rempah secara maksimal.
Baca Juga: BTS dan LE SSERAFIM Jadi Penampil Utama Event 2026 iHeartRadio Music Festival di Las Vegas
Menariknya, kelezatan legendaris Singang tidak lahir dari teknik memasak yang rumit. Melainkan dari kesederhanaan eksekusi dapur yang diwariskan turun-temurun.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




