Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Dari Hobi Jadi Prestasi, Pembinaan Esports Harus Dimulai dari Akar Rumput

Lombok Post Online • Sabtu, 6 September 2025 | 13:01 WIB
Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post

LombokPost - E-sport kini menjelma sebagai panggung prestasi. Ribuan anak muda beradu strategi dan refleks di layar, membawa olahraga digital ini melampaui sekadar permainan semata.

Bukan cuma gaem di PC atau mobile yang jadi primadona.

Kancah esports konsol di Indonesia kini makin menggeliat, terutama lewat perangkat PlayStation.

Melihat potensi besar ini Pengprov Esports Indonesia (ESI) NTB tak mau tinggal diam.

Mereka menyiapkan pembinaan esports khusus untuk mencetak para atlet esports profesional, siap bersaing di level tertinggi.

”Langkah strategis ini adalah bagian dari komitmen ESI untuk memperluas jangkauan pembinaan esports di NTB, khususnya pada ekosistem game konsol,” ujar Ketua Harian Pengprov ESI NTB Hafid Hasyim.

Hafid menjelaskan ESI memahami betul bahwa pembinaan esports harus dimulai dari akar rumput. Itulah mengapa mereka aktif menggelar kompetisi esports berjenjang.

Dari turnamen lokal hingga nasional, ajang-ajang ini menjadi wadah sempurna untuk menjaring talenta-talenta muda.

Para calon atlet esports ini tak hanya diasah kemampuan teknisnya, tapi juga mentalitas bertanding. Mereka diajarkan untuk disiplin, pantang menyerah, dan siap menghadapi tekanan turnamen.

Fokus pembinaan esports dari ESI adalah menciptakan ekosistem yang berkelanjutan, memastikan setiap atlet esports memiliki jalur jelas menuju karier profesional.

Menurut Hafid, pembinaan esports yang dilakukan ESI tidak main-main.

Para atlet esports PlayStation ini akan dilatih pelatih yang memahami seluk-beluk setiap game konsol.

Contohnya, pada game konsol fighting seperti Tekken atau Street Fighter, mereka diajarkan teknik-teknik fundamental seperti frame data dan combo optimal.

Sementara untuk game konsol tim seperti FIFA, latihan difokuskan pada pemahaman taktik formasi dan pengambilan keputusan cepat.

Pendekatan holistik dalam pembinaan e-sports ini memastikan setiap atlet esports memiliki fondasi yang kuat, baik dari sisi individu maupun tim.

Tak hanya soal skill, ESI juga sangat memperhatikan dukungan psikologis dan kesehatan fisik atlet.

Para atlet esports dibekali ilmu untuk mengelola stres dan membangun mental juara.

Edukasi mengenai nutrisi, ergonomi, dan latihan fisik ringan juga diberikan untuk mencegah cedera akibat bermain game konsol dalam waktu lama.

Selain itu, kolaborasi adalah kunci sukses pembinaan esports.

Bekerja sama dengan penerbit game konsol seperti Sony PlayStation, ESI memastikan para atlet esports mendapatkan dukungan resmi dan akses ke berbagai pembaruan game konsol terbaru.

BERSAING: Dua atlet esport bertanding di divisi efootball dalam Fornas 2025 di NTB, beberapa waktu lalu.
BERSAING: Dua atlet esport bertanding di divisi efootball dalam Fornas 2025 di NTB, beberapa waktu lalu.

Kemitraan dengan sektor swasta juga membuka pintu bagi pendanaan turnamen dan fasilitas latihan.

Dengan regulasi yang jelas dan transparan, ESI juga menjamin integritas setiap kompetisi esports.

Melalui peta jalan yang terstruktur, ESI yakin esports konsol Indonesia akan melahirkan juara esports baru yang siap mengharumkan nama bangsa di kancah dunia. (puj/r8/r3)

Editor : Kimda Farida
#Pembinaan #pelatih #kemampuan #Playstation #Mentalitas #Esport