Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

20 Rumah Warga Rusak Berat Akibat Banjir Rob Ampenan  

S
Penulis: Sanchia Vaneka❯

 


Advertisement

Rumah terdampak banjir rob
Rumah terdampak banjir rob

LombokPost - Cuaca ekstrem yang terus melanda pesisir Kota Mataram pekan lalu menyisakan duka mendalam bagi warga di Lingkungan Bugis, Kecamatan Ampenan.

Sedikitnya 20 rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan berat setelah luluh lantak dihantam banjir rob dan gelombang pasang setinggi lebih dari lima meter, yang memaksa puluhan jiwa kini harus bertahan di tenda pengungsian dan rumah kerabat.

Advertisement

 “Total ada 20 rumah warga yang rusak berat akibat banjir rob. Saat ini, para pemilik rumah tersebut terpaksa mengungsi karena bangunan sudah tidak layak huni,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram Ahmad Muzaki.  

Muzaki mengungkapkan, fenomena bulan purnama yang memicu pasang air laut tertinggi menjadi penyebab utama hantaman gelombang tersebut.

Kondisi geografis pemukiman yang berada tepat di bibir pantai membuat warga tak berkutik saat air laut naik secara drastis.

Sejauh ini, BPBD telah memetakan sebaran titik pengungsian warga terdampak. Sebagian besar warga memilih mengungsi ke rumah keluarga terdekat yang dinilai lebih aman.

Namun, bagi mereka yang kehilangan tempat tinggal sepenuhnya, BPBD telah menyiagakan tenda darurat di TK PAUD Bintaro yang kini ditempati oleh tiga kepala keluarga (KK).

Selain itu, titik pengungsian juga dipusatkan di Pondok Pelangi Bintaro Jaya.

Dampak cuaca ekstrem ini ternyata meluas.

Secara akumulatif, BPBD mencatat sekitar 800 kepala keluarga atau kurang lebih 4.000 jiwa di Kota Mataram terdampak langsung oleh banjir rob serta luapan Sungai Jangkok.

Tak hanya rob, angin puting beliung juga dilaporkan merusak 20 rumah lainnya dengan kategori rusak ringan di wilayah Sekarbela, Ampenan, dan Selaparang.

Mengenai langkah pemulihan pascabencana, Muzaki menjelaskan penanganan fisik bangunan akan dikoordinasikan dengan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

Skema bantuan nantinya akan mengacu pada standar Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Berdasarkan ketentuan, rumah rusak ringan mendapatkan bantuan Rp 15 juta, rusak sedang Rp 30 juta, dan untuk kategori rusak berat seperti yang dialami warga Lingkungan Bugis, bantuannya sebesar Rp 65 juta,” jelasnya.

Pasca penanganan darurat selama seoekan terakhir, BPBD Kota Mataram mulai melakukan penyesuaian terhadap operasional posko di lapangan.

Posko logistik dan dapur umum yang sebelumnya melayani kebutuhan makan warga terdampak sudah ditutup.

“Dapur umum sudah tutup setelah beroperasi selama tujuh hari kemarin. Logistik juga sudah selesai,” terangnya.

Meski layanan kebutuhan konsumsi harian dihentikan, pemerintah tidak lantas menarik diri dari lokasi bencana.

BPBD memutuskan untuk mengalihkan pusat koordinasi ke kantor Kelurahan Bintaro.

Pengalihan ini bertujuan agar pemantauan kondisi pesisir tetap berjalan secara intensif, mengingat ancaman cuaca ekstrem yang masih belum sepenuhnya mereda.

Muzaki menegaskan bahwa keberadaan posko di kantor lurah berfungsi sebagai posko pemantauan dan pengawalan kelanjutan penanganan pascabencana.

Hal ini krusial untuk memastikan bahwa data warga terdampak benar-benar akurat sebelum proses perbaikan fisik rumah dimulai oleh dinas terkait.

“Posko pemantauan kita pindah ke Kantor Lurah Bintaro. Di sana kita akan kawal kelanjutannya seperti apa, sambil kita rapatkan teknis penanganan lebih lanjut,” pungkasnya. 

 

Advertisement
Editor : Kimda Farida
Sumber : Liputan
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Bioskop Ampenan, Awal Mula Kakek Nenek Orang Sasak Nonton Hollywood

Bioskop Ampenan, Awal Mula Kakek Nenek Orang Sasak Nonton Hollywood

Jauh sebelum ada bioskop di Mataram Mall, Lombok Epicentrum Mall, dan Transmart, orang Ampenan sudah merasakan sensasi nonton di layar raksa

Menyulam Jejak Perang Dunia II dari Eks Pelabuhan di Kota Tua Ampenan

Menyulam Jejak Perang Dunia II dari Eks Pelabuhan di Kota Tua Ampenan

Jika kita berdiri di sisa dermaga Ampenan hari ini, kita mungkin tidak menyangka, perairan tenang itu pernah jadi medan perang panas di awal

Pernah Ada, Lori di Kebon Roek Ampenan, Kala Kuda Menjadi Urat Nadi Perdagangan Lombok

Pernah Ada, Lori di Kebon Roek Ampenan, Kala Kuda Menjadi Urat Nadi Perdagangan Lombok

Berdiri di Simpang Lima Ampenan saat ini, kita hanya akan melihat deretan cidomo yang melintas, sebagai kendaraan paling tradisional. Namun,

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer