Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

105 PKL Dipindahkan ke Eks Bandara Selaparang

S
Penulis: Sanchia Vaneka❯

Pedagang kaki lima yang sudah direlokasi ke eks bandara
Pedagang kaki lima yang sudah direlokasi ke eks bandara


Advertisement

LombokPost - Penataan kawasan Jalan Adi Sucipto akhirnya tuntas.

Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram telah merelokasi seluruh Pedagang Kaki Lima (PKL) yang sebelumnya berjualan di sepanjang jalur Adi Sucipto ke area dalam eks Bandara Selaparang, Rembiga.

Proses pemindahan yang dimulai sejak Senin (2/3) tersebut diklaim berjalan mulus tanpa adanya gejolak maupun penolakan dari para pedagang.

Advertisement

“Terhitung mulai Senin (2/3), PKL Adi Sucipto sudah kita pindah seluruhnya ke dalam eks Bandara Selaparang. Alhamdulillah, prosesnya berjalan tertib dan aman, tidak ada penolakan,” kata Kasatpol PP Kota Mataram Irwan Rahadi. 

Irwan mengungkapkan, sterilisasi jalur utama menuju Rembiga tersebut merupakan komitmen pemkot dalam menata estetika kota dan kelancaran arus lalu lintas. 

Berdasarkan pendataan terakhir, tercatat sebanyak 105 PKL kini menempati lapak di dalam kawasan yang dikelola oleh Koperasi Karyawan Angkasa Pura (Kokapura).

Advertisement

Jumlah ini membengkak dari data awal yang hanya menyentuh angka 80 pedagang.

Irwan tidak menampik adanya potensi penumpang gelap dalam proses relokasi ini, namun prioritas utama petugas adalah memastikan tidak ada lagi aktivitas berdagang di bahu jalan.

Bahkan, jumlah ini diprediksi masih akan bertambah. Pasalnya, terdapat sekitar 15 PKL tambahan yang mengajukan diri untuk ikut bergabung masuk ke dalam eks bandara. 

 “Tadi malam sudah dilakukan evaluasi apakah bisa diakomodir menjadi 120 PKL. Namun, keputusan penambahan kuota itu ada di tangan manajemen Kokapura, karena harus disesuaikan dengan luas lahan yang tersedia,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi adanya pedagang yang membandel atau kembali ke jalan, Pemkot telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) penataan dan penertiban PKL kawasan Udayana dan sekitarnya. Sebuah posko pengawasan juga telah didirikan di lokasi strategis. 

 “Jika ada yang nekat berjualan kembali di luar, satgas akan langsung menindak tegas,” imbuhnya.

Dampak relokasi ini pun langsung terasa. Arus lalu lintas di Jalan Adi Sucipto yang selama ini kerap dikeluhkan macet akibat parkir pembeli dan lapak pedagang, kini terpantau lancar.

Dari sisi ekonomi, Irwan menyebut kunjungan masyarakat justru meningkat karena aspek kenyamanan dan keamanan parkir di dalam area bandara jauh lebih terjamin.

“Kan mereka jadi lebih enak dan nyaman kalau parkir,” ucapnya. 

Sementara itu, Asisten I Setda Kota Mataram Lalu Martawang menambahkan, relokasi ini merupakan instruksi langsung Wali Kota Mataram.

Secara legalitas, pemindahan ini mengacu pada Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemkot dengan PT Angkasa Pura yang sudah ada sebelumnya.

Dalam kesepakatan tersebut, Pemkot diberikan wewenang penuh untuk mengelola area bagian depan eks Bandara Selaparang.

“Kita tidak perlu membuat PKS baru. Dinas Perdagangan bertindak sebagai penghubung dari pihak Pemkot, sementara dari PT Angkasa Pura adalah Kokapura sebagai pelaksana operasional di lapangan. Yang terpenting sekarang, PKL sudah tertata dan tidak lagi mengganggu fungsi jalan umum,” pungkasnya.

 

Advertisement
Editor : Kimda Farida
Sumber : Liputan
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Lapak Nabrak Perda, Kejelasan Pajak PKL Jumbo Mengambang

Lapak Nabrak Perda, Kejelasan Pajak PKL Jumbo Mengambang

Pihak kecamatan dan kelurahan diminta untuk duduk bersama membahas kejelasan lokasi berjualan para pedagang tersebut.

BRIDA NTB Serahkan Bantuan Gerobak Listrik Ramah Lingkungan Ke PKL

BRIDA NTB Serahkan Bantuan Gerobak Listrik Ramah Lingkungan Ke PKL

Penyerahan gerobak listrik menjadi salah satu bentuk dukungan pemerintah daerah dalam mendorong pemanfaatan teknologi ramah lingkungan.

PKL di Mataram Ditegur Dua Kali Karena Pakai Trotoar

PKL di Mataram Ditegur Dua Kali Karena Pakai Trotoar

Satpol PP) Kota Mataram ini menyasar sejumlah titik jalan utama guna mengembalikan fungsi fasilitas publik dan menjaga kelancaran arus lalu

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer