Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dilatih 3 Hari, Pengurus Koperasi Mataram Disiapkan Jadi Motor Ekonomi Modern

Lalu Mohammad Zaenudin
Kepala Disprinkop UKM Kota Mataram Jimmy Nelwan mengungkapkan, setiap KDK-MP wajib memiliki lahan sesuai arahan pemerintah pusat.  
Kepala Disprinkop UKM Kota Mataram Jimmy Nelwan mengungkapkan, setiap KDK-MP wajib memiliki lahan sesuai arahan pemerintah pusat.  

 


Advertisement

LombokPost – Pemerintah Kota Mataram menegaskan keseriusannya membangun koperasi yang profesional dan adaptif terhadap perubahan zaman. Melalui pelatihan kompetensi bagi pengurus Koperasi Kelurahan Merah Putih (KMP), Dinas Perindustrian, Koperasi, dan UKM mendorong modernisasi manajemen koperasi di seluruh kelurahan.

 

Kegiatan dibuka resmi oleh Kadis Perindustrian, Koperasi, dan UKM Kota Mataram Jimmy Nelwan. “Koperasi punya peran besar sebagai tulang punggung ekonomi rakyat. Karena itu, pengurus harus terus belajar,” ujarnya, Selasa (11/11).

Advertisement

 

Jimmy menjelaskan, pelatihan ini bertujuan memperkuat kemampuan pengurus agar bisa mengelola koperasi secara efektif, efisien, dan berdaya saing tinggi. “Koperasi tidak boleh stagnan. Ia harus jadi motor ekonomi yang inovatif,” tegasnya.

Program Koperasi Merah Putih sendiri merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam mempercepat pembangunan ekonomi berbasis kelurahan. “Ini bagian dari Asta Cita Presiden, terutama cita kedua dan cita keenam,” katanya.

Advertisement

 

Selama tiga hari pelatihan, peserta mendapat materi tentang manajemen koperasi modern, strategi penguatan modal, dan pemanfaatan teknologi digital dalam pengelolaan usaha. “Kita ingin koperasi bisa terhubung antarwilayah, membangun jaringan ekonomi yang saling menguatkan,” paparnya.

 

Jimmy menambahkan, penting bagi pengurus koperasi memahami aspek pelayanan publik. “Koperasi harus hadir dengan pelayanan cepat, efisien, dan transparan bagi anggotanya,” ujarnya.

Hingga pertengahan 2025, sebanyak 50 koperasi Merah Putih telah terbentuk di seluruh kelurahan Mataram. Langkah ini menunjukkan kesiapan daerah dalam menggerakkan ekonomi rakyat berbasis gotong royong.

 

Menurut Jimmy, keberhasilan koperasi ditentukan oleh profesionalitas pengurus dan komitmen anggota. “Kita ingin koperasi menjadi wadah kolaborasi yang kuat, bukan sekadar formalitas,” katanya.

 

Pelatihan ini juga menjadi momentum membangun SDM koperasi yang tangguh menuju Indonesia Emas 2045. “Kita tidak hanya bicara ekonomi rakyat, tapi juga masa depan bangsa,” tegasnya.

Ia berharap peserta mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di lapangan. “Dengan gotong royong dan inovasi, koperasi akan tumbuh jadi kekuatan ekonomi baru,” tutupnya.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Upaya Pengentasan Kemiskinan Ekstrem, Warga Lombok Timur Terima Pelatihan UMKM

Upaya Pengentasan Kemiskinan Ekstrem, Warga Lombok Timur Terima Pelatihan UMKM

Pemerintah Provinsi NTB terus memperkuat upaya pengentasan kemiskinan ekstrem melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Tingkatkan Kesiapsiagaan di Tingkat Tapak, Satpol PP NTB Gelar Pelatihan Kapasitas Satlinmas di Desa

Tingkatkan Kesiapsiagaan di Tingkat Tapak, Satpol PP NTB Gelar Pelatihan Kapasitas Satlinmas di Desa

Satpol PP NTB gelar Kegiatan Peningkatan Kapasitas Anggota Satlinmas di Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Timur Senin (6/10)

Pelatihan Vokasi Jangan Sekadar Formalitas

Pelatihan Vokasi Jangan Sekadar Formalitas

Bupati Lombok Timur Haerul Warisin meminta pelatihan vokasi bagi pencari kerja disesuaikan dengan kebutuhan, kemampuan, dan potensi daerah m

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer