Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Abrasi di Pesisir Mataram, Bibir Pantai Terkikis Setengah Meter Per Tahun

S
Penulis: Sanchia Vaneka❯

 


Advertisement

Pengikisan bibir pantai
Pengikisan bibir pantai


LombokPost
– Ancaman abrasi di wilayah pesisir Kota Mataram dilaporkan semakin memprihatinkan, menimbulkan kerugian lingkungan dan masalah hukum terkait kepemilikan lahan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram mencatat laju pengikisan bibir pantai mencapai rata-rata 0,3 hingga 0,5 meter setiap tahun.

Kepala BPBD Kota Mataram, Ahmad Muzaki, mengungkapkan bahwa tren pengikisan lahan ini mengkhawatirkan.

Di beberapa lokasi ekstrem, kepemilikan lahan warga bisa hilang sama sekali tergerus air laut.

Advertisement

Laju abrasi yang tinggi menciptakan masalah pelik terkait keabsahan lahan warga yang berada di zona merah.

Muzaki mencontohkan kasus terparah di daerah Loang Baloq, di mana lahan bersertifikat milik warga yang sangat dekat dengan pantai telah hilang total.

"Pengikisan itu sekitar 0,3 sampai 0,5 meter per tahun. Itu juga yang menjadi kendala ketika secara keabsahan pemilik-pemilik tanah itu memang berada di jalur itu, jadi agak susah," terang Muzaki.

Advertisement

Area pesisir yang paling potensial dan parah mengalami pengikisan saat ini meliputi:
- Mapak
- Bintaro
- Kampung Melayu

Muzaki menjelaskan bahwa masalah abrasi di Mataram tidak berdiri sendiri, melainkan dipengaruhi oleh berbagai faktor mulai dari kerusakan lingkungan lokal hingga dampak pemanasan global.

BPBD mengharapkan kesadaran kolektif dari masyarakat untuk menghindari pembangunan permanen di area paling rawan, meskipun hak kepemilikan lahan tidak hilang.

"Kita coba larang mereka untuk tidak membangun full. Sisakanlah berapa meter," pintanya.

Sementara itu, relokasi ke hunian vertikal seperti Rusunawa, sebagai salah satu solusi struktural yang ditawarkan pemerintah, sulit diterima oleh warga karena berbagai pertimbangan sosial dan ekonomi.

Baca Juga: Disdag Mataram Pastikan Stok Elpiji 3 Kg Cukup Hingga Akhir Tahun

Camat Sekarbela Arief Satriawan mengatakan bahwa beberapa upaya penanggulangan sementara telah dilakukan di daerah pesisir, termasuk pemasangan geobag (karung berisi pasir) dan pemecah gelombang sementara untuk memperlambat pengikisan.

Kawasan wisata Sunset Land dan Loang Baloq yang garis pantainya kian menipis juga diselamatkan oleh inisiatif warga yang memasang tanggul sementara dari ban bekas dan geobag.

"Sambil kita menunggu solusi permanen. Kita berharap ada jeti atau pemecah ombak," kata Arief, menyoroti kebutuhan akan infrastruktur permanen untuk mengatasi krisis abrasi ini.

Advertisement
Editor : Marthadi
Sumber : Liputan
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Penanganan Kekeringan Jangkau 97 Dusun di Lombok Barat, Pemkab Salurkan Air Bersih 1,78 Juta Liter

Penanganan Kekeringan Jangkau 97 Dusun di Lombok Barat, Pemkab Salurkan Air Bersih 1,78 Juta Liter

Pemerintah daerah bersama BPBD terus mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi transisi cuaca ekstrem.

Pemkab Lombok Timur Intensifkan Penyaluran Air Bersih

Pemkab Lombok Timur Intensifkan Penyaluran Air Bersih

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Timur terus mengintensifkan penyaluran air bersih kepada masyarakat terdampak kekeringan

Tiga Orang Tewas, Enam Luka-Luka akibat Longsor Tambang Lantung Sumbawa

Tiga Orang Tewas, Enam Luka-Luka akibat Longsor Tambang Lantung Sumbawa

Longsor tambang di Sumbawa menewaskan tiga orang dan melukai enam penambang. Aktivitas tambang dihentikan sementara.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer