Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pemkot Mataram Ingatkan Warga Waspada Toksin Cereulide pada Susu Formula

S
Penulis: Sanchia Vaneka❯

 


Advertisement

Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram Emirald Isfihan
Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram Emirald Isfihan

LombokPost – Masyarakat Kota Mataram kini diminta lebih teliti dalam memilih produk nutrisi bayi. Hal ini menyusul beredarnya informasi mengenai dugaan keberadaan toksin cereulide yang dihasilkan oleh bakteri Bacillus cereus pada produk susu formula tertentu. Menanggapi isu kesehatan ini, Pemerintah Kota Mataram melalui Dinas Kesehatan (Dikes) memberikan penjelasan resmi dan langkah mitigasi bagi orang tua.

“Bacillus cereus sebenarnya adalah bakteri yang secara alami ditemukan di lingkungan, seperti tanah dan udara,” kata Kepala Dikes Kota Mataram Emirald Isfihan, (16/1).

Advertisement

Namun, strain atau kelompok tertentu dari bakteri ini dapat menghasilkan toksin bernama cereulide. Toksin ini berbahaya karena terbentuk akibat proses produksi, penyimpanan, atau distribusi yang tidak sesuai standar keamanan pangan.

Bahaya utama dari toksin cereulide adalah sifatnya yang tahan panas. Artinya, meskipun susu formula diseduh dengan air panas, racun tersebut tidak akan hilang atau terurai. Jika terpapar, bayi atau anak dapat mengalami gejala keracunan makanan seperti mual hebat, muntah, dan nyeri perut.

Advertisement

“Risiko utama yang perlu diwaspadai pada bayi adalah dehidrasi akibat muntah berulang. Dalam kasus yang sangat jarang, bakteri ini juga bisa memicu infeksi berat seperti sepsis atau meningitis, terutama bagi bayi prematur,” terangnya.

Pemerintah mengimbau masyarakat dan pemilik toko ritel untuk segera memeriksa stok produk mereka. Secara spesifik, peringatan ini ditujukan untuk produk S-26 Promil Gold pHPro 1. Perhatikan daftar nomor batch yang secara resmi telah ditarik dari pasaran, yaitu Batch 51530017C2 dan Batch 51540017A1.

Masyarakat yang menemukan produk dengan nomor batch di atas diminta untuk segera menghentikan penggunaan dan melaporkannya ke pihak BPOM atau Dinas Kesehatan setempat guna tindak lanjut lebih lanjut.

Di tengah isu keamanan pangan ini, Dikes Kota Mataram kembali menekankan pentingnya pemberian ASI Eksklusif. ASI tetap menjadi nutrisi paling aman, alami, dan terbaik bagi bayi yang memberikan perlindungan imun alami terhadap berbagai infeksi. Penggunaan susu formula disarankan hanya jika terdapat indikasi medis tertentu dan di bawah pengawasan tenaga kesehatan.

Saat ini, Pemkot Mataram terus berkoordinasi dengan fasilitas layanan kesehatan dan instansi terkait untuk memastikan produk yang bermasalah tidak lagi beredar di tangan konsumen.

“Masyarakat diminta tetap tenang namun waspada, serta selalu merujuk pada informasi resmi dari kanal pemerintah untuk menghindari hoaks yang meresahkan,” ujarnya. 

 

Advertisement
Editor : Redaksi Lombok Post
Sumber : Liputan
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

5.182 Warga di Lombok Timur Diperiksa, 442 Positif TBC

5.182 Warga di Lombok Timur Diperiksa, 442 Positif TBC

Dinas Kesehatan Lombok Timur (Lotim) mencatat 442 orang positif tuberkulosis (TBC) dari 5.182 warga yang telah menjalani tracing sejak Juli

Dikes Lotim Gencarkan Kegiatan CKG

Dikes Lotim Gencarkan Kegiatan CKG

Dinas Kesehatan (Dikes) Lombok Timur (Lotim) terus mengencerkan Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG). Target capain PKG Lotim 46 persen.

Dikes Lotim Tekankan Langkah Preventif untuk Cegah Virus Influenza

Dikes Lotim Tekankan Langkah Preventif untuk Cegah Virus Influenza

Dinas Kesehatan Lombok Timur (Lotim) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan langkah preventif untuk mengantisipasi

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer