Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Masjid Jalan Cahaya: Berikan Beasiswa Bagi Penghafal Alquran

Miq Ade • Selasa, 10 Oktober 2023 | 09:09 WIB
 
Koh Dennis dan istirnya, Pengasuh, serta Santri Masjid Jalan Cahaya, berfoto bersama.
Koh Dennis dan istirnya, Pengasuh, serta Santri Masjid Jalan Cahaya, berfoto bersama.
 
SEJUMLAH program sosial berbasis keagamaan mewarnai aktivitas keseharian santri Masjid Jalan Cahaya. "Kami ada namanya Santri Penerima Amanah atau SPA," tuturnya antusias. 
 
Mereka yang setiap hari menjalankan tugas karyawan. Melayani siapa saja yang ingin menyalurkan zakat, infaq, dan sodakoh. 
 
"Kami punya program santunan pada anak yatim. Kami melayani orang-orang yang memiliki kepedulian. SPA yang akan melayani," terangnya. 
 
Berikutnya, ada Program Santri Pejuang Qur'an. "Ada juga pejuang nafkah," imbuhnya. 
 
Kesemuanya punya peran masing-masing. Terkoordinasi dengan baik. Tujuan agar misi sosial, berbasis keagamaan yang dirancang berdampak seluas-luasnya. 
 
Selain itu ada program berbasis keilmuan. Antara lain Baitul Qur'an dan Rumah Cetak Hufaz. 
 
"Mereka (santrinya) adalah mahasiswa yang kurang mampu. Kami kasih beasiswa, berikan tempat tinggal, makan, dan uang saku," terangnya. 
 
Khusnul mengatakan, kewajiban para penerima beasiswa hanya belajar dan menghafal Alquran. "Kemudian mengajarkan ke orang lain, itu saja. Fokus di situ," urainya. 
 
Sekalipun belum punya bangunan fisik masjid, Majid Jalan Cahaya memiliki sekretariat. "Kami menyebutnya sekretariat bersama," terangnya. 
 
Bentuknya masih kontrakan rumah. Di bagian depan kontarakan, dijadikan untuk surau. "Di sana kami solat, mengaji setiap hari. Setelah selesai mengaji para santri menyetorkan hafalannya," terangnya. 
 
Khusnul mengatakan hari ini, Masjid Jalan Cahaya baru memiliki sekretariat kontarakan dan surau. Namun mereka tengah berikhtiar menghimpun dana donatur untuk membangun sebuah masjid dengan konsep pengelolaan modern dan ramah keluarga. 
 
Tertarik berdonasi membangun masjid ramah keluarga ala Masjid Jalan Cahaya? Secara singkat Khusnul menggambarkan masjid itu akan dibangun menggunakan konsep ramah anak dan keluarga. "Anak-anak boleh ke masjid, ketika orang tuanya akan beribadah, maka anaknya bisa dititipkan dan ada yang jagain," ujarnya. 
 
Bagi ibu-ibu yang memiliki balita paling kesulitan ikut beribadah. Semisal saat salat tarawih di bulan Ramadan. Maka, masjid yang akan dibangun menyediakan kids corner. 
 
Sebuah fasilitas bermain khusus bagi anak-anak. "Sehingga para orang tua bisa merasakan nuansa Ramadan dan bisa beribadah dengan khusyuk," jelasnya. 
 
Masjid yang dibangun itu juga diharapkan ramah pada remaja. Menjadi tempat terbaik bagi mereka untuk berkeluh kesah ataupun berbahagia. 
 
"Kebanyakan kita lihat anak muda sekarang lebih memilih pantai, mal, kafe, tetapi sedikit yang ingin healing ke masjid. Anak muda menginginkan masjid ada spot menariknya, event gratis, bahkan event satnight," ujarnya. 
 
Khusnul mengatakan upaya menghimpun dana pembebasan lahan untuk membangun masjid telah dimulai. Antara lain saat koh Dennis didatangkan pada Sabtu (7/10) pekan lalu. 
 
Program amal itu diniatkan untuk pembangunan masjid yang dicita-citakan. "Kita niatkan juga untuk penggalangan dana," ujarnya. 
 
Apa yang dilakukan pengasuh diharapkan menginspirasi para santri Masjid Jalan Cahaya. Khusnul mengatakan ia dan suaminya langsung berjibaku, memberi teladan bagaimana menyiapkan event. 
 
"Kami terus terang saja pada level berpikir, kalau kami sudah tidak ada lagi, siapa yang akan meneruskan? Jadi kami harus mencetak pemimpin baru," ujarnya. 
 
Para santri diharapkan melihat dan mempelajari bagaimana cara membuat event, membangun jaringan dengan para motivator nasional, hingga mengundangnya untuk berbagi ilmu. "Kami yakin mereka akan mampu membuat event yang lebih baik lagi dan sesuai dengan zamannya," ujarnya. 
 
Semua kegiatan saat ini dipusatkan di Sekretariat Bersama. Baik kegiatan sosial, keilmuan, ataupun event organizer. "Kami di Griya Berembuan Asri. Di sana kami melakukan kajian setiap Jumat. Jamaah yang hadir 80-100 orang. Jadi karena banyak yang ikut kami sediakan terop untuk jamaah," jelasnya.
 
Khusnul juga memperkenalkan program beras berkah masjid. "Kenapa namanya program beras berkah masjid? Karena kita ingin orang yang menerima itu ingat masjid. Ingat kata masjid. Dan mereka tergerak hatinya untuk rindu pada masjid," jelasnya. 
 
Melalui program ini, Masjid Jalan Cahaya telah menebar manfaat pada 15 Pondok Pesantren (Ponpes), yatim dan kaum duafa. "Total penerima manfaat kita sebanyak 1.900 orang," paparnya. (bersambung)
 
Editor : Redaksi Lombok Post
#Beasiswa #Koh Dennis #masjid #Khusnul Khotimah #Hufaz #alquran #Masjid Jalan Cahaya #santri