Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Tahun 2023, Kota Mataram Kembali Catatkan Rekor IPM Tertinggi di NTB

Miq Ade • Kamis, 7 Desember 2023 | 08:30 WIB
Seorang anak tengah mendapatkan layanan kesehatan sebagai bagian upaya memperkuat IPM.
Seorang anak tengah mendapatkan layanan kesehatan sebagai bagian upaya memperkuat IPM.

 LombokPost-Kota Mataram mencatatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tertinggi yakni 81,15 poin di tahun 2023. Hal ini berdasarkan ekspose yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB.

Capaian positif ini disyukuri Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana. “Tentu kita tetap bersyukur IPM kita masih mencatatkan yang terbaik,” katanya.

Terdapat kenaikan IPM 0,60 persen sejak tahun 2022. Bila dibanding dengan daerah lain, kenaikan yang dialami Kota Mataram paling kecil.

Tetapi sesungguhnya, capaian ini relevan karena menyisakan segmentasi penanganan yang lebih kompleks dan rumit. Sehingga perhitungan proporsi rata-rata geometrik dari indeks kesehatan, pendidikan, dan pengeluaran menunjukkan capaian angka yang kecil.

Berbeda misalnya dengan Lombok Utara yang mencatatkan pertumbuhan tertinggi IPM 1,39 persen tetapi IPM terendah di angka 68.02 poin.

“Adapun pertumbuhan yang kecil, tentu akan terus menjadi perhatian kita agar ke depan bisa lebih signifikan dan kita bisa mempertahankan IPM tertinggi,” ujarnya.

Upaya peningkatan IPM melibatkan banyak indikator. Tetapi secara umum terdistribusi dalam tiga hal yakni kesehatan, pendidikan, dan pengeluaran.

Meningkatkan IPM bertujuan memperbaiki kesejahteraan masyarakat, seperti lebih sehat, berumur panjang, dan dapat menjalani hidup lebih produktif. “Karena variabelnya kompleks maka kita harus intervensi semua,” ulasnya.

Secara umum, Mohan menyampaikan kebijakan fiskal daerah telah diarahkan mendukung itu semua. Bahkan ada juga hal yang bersifat non teknis diperkuat untuk tujuan perbaikan IPM.

“Seperti misalnya pada perbaikan infrastruktur,” sebutnya.

Infrastruktur memang bukan indikator IPM. Tetapi keberadaannya penting menunjang peningkatan.

“Begitu juga aspek penanganan kemiskinan ekstrem di mana kami pernah mendapat penghargaan atas itu, saya pikir itu adalah bagian penunjang pula untuk perbaikan IPM kita secara tidak langsung,” papanya.

Ia kembali menegaskan sikapnya yang menerapkan kebijakan fiskal yang ketat. “Yang berkaitan dengan hal-hal fundamental, itu semua menjadi fokus kita,” paparnya.

Dukungan pada aspek non teknis semisal infrastruktur seperti disinggungnya tadi, memiliki peranan strategis. “Ketika fasilitas infrastruktur kita lengkap, itu akan menarik minat investor datang, dan ketika mereka membangun di sini tentu warga kota yang akan jadi prioritas mendapat pekerjaan,” urainya.

Selanjutnya, hal itu meningkatkan aspek kesejahteraan dengan kesempatan kerja yang luas. “Yang muaranya kemudian berdampak pada peningkatan IPM kita,” pungkasnya. (zad)

Editor : Redaksi Lombok Post
#indikator #BPS #teknis #fiskal #Mataram #Kemiskinan Ekstem #IPM #NTB #Mohan Roliskana #fokus #infrasktruktur