Program ini dipersiapkan khususnya bagi calon pekerja migran Indonesia (PMI) yang akan diberangkatkan ke tiga negara tersebut.
“Selama ini kendala bagi PMI kita adalah kemampuan dalam berkomunikasi, sehingga kami menganggap sangat penting membuka program pelatihan bahasa Jerman, Jepang, dan Korea,” kata Kepala Disnaker Kota Mataram Rudi Suryawan.
Program ini juga ditekankan korelatif dengan penekanan negara tujuan bahwa pekerja yang masuk ke negara mereka harus mampu menguasai bahasa negaranya.
“Ini merupakan salah satu syarat bekerja ke luar negeri adalah menguasai bahasa negara tujuan,” tekannya.
Sementara terkait pembiayaan program, Disnaker membidik dana bagi hasil cukai tembakau (DBHCT) 2024.
Rudi mengatakan, pihaknya memiliki pengalaman untuk memanfaatkan dana tersebut ketika menyiapkan program pelatihan bagi warga kota seperti penyiapan keterampilan dan alat-alat kerja.
“Kita akan usulkan anggarannya melalui DBHCT,” ujarnya.
Teknis pelatihan bahasa asing melalui kerja sama dengan lembaga pelatihan dan pendidikan bahasa.
“Kita ada kerja sama nanti dengan lembaga pelatihan bahasa jika program ini sudah disetujui,” terangnya.
Tahun 2024 ini sejumlah negara telah membuka diri pada tenaga kerja asal Indonesia. Rekrutmen antara lain seperti ke Jepang yang pembukaannya tanggal 9-16 Juni.
Peluang juga terbuka untuk PMI ke Jerman.
“Khususnya untuk tenaga kesehatan,” paparnya.
Pendaftaran ke Jerman dibuka dari tanggal 7 Februari lalu, sampai dengan 30 April. Tersedia kuota sebanyak 600 orang bagi tenaga kesehatan asal Indonesia. (zad)
Editor : Marthadi