Lokasi bazar makanan dan takjil Pagutan Permai ada di lingkungan perumahan. Namun, bazar ini jauh lebih viral dan mengalahkan ramainya bazar takjil pinggir jalan.
------
BAZAR Ramadan Pagutan Permai salah satu lokasi berburu takjil favorit di Kota Mataram. Lokasinya di jalan Sapta Pesona, persis di lapangan depan masjid Raudatul Jannah BPP.
Beragam menu berbuka tersedia. Seperti kolak, puding, aneka jenis minuman segar, aneka buah, bermacam gorengan, dan lain-lain.
Makanan berbuka tak kalah lengkap. Olahan seafood, daging, hingga sayur-sayuran berbagai macam tersedia.
“Bingung mau pilih yang mana,” kata Nia, salah satu pengunjung bazar Ramadan Pagutan, Senin (25/3).
Aneka makanan dan minuman yang dijual di bazar itu sangat lengkap. Tersedia dalam berbagai olahan dan bentuk.
“Namanya juga orang puasa, semua terlihat enak ya, setelah beli ini ingin beli itu, aduh semua enak, kuat-kuatan kantong saja,” celetuknya lalu tertawa.
Bazar Ramadan Pagutan sudah lama dikenal luas publik.
Bazar ini bukan kali ini saja, tapi sudah dimulai sekitar 10 tahun, setiap bulan Ramadan.
Warga yang berburu takjil bukan hanya muslim tapi non muslim juga banyak yang ikut borong. Membeli menu makanan paling diminati untuk di santap bersama keluarga.
Uniknya, bazar ini tidak hanya menyediakan menu makanan dan minuman berbuka puasa. Tetapi ada juga yang jualan baju, sandal/sepatu, pakaian dalam, sampai motor.
Aneka permainan anak lengkap tersedia. Beragam kue dan jajanan diminati bocil atau bocah cilik juga terpanjang.
Kepala Lingkungan Pagutan Permai Ade Rukman berseloroh bazar Ramadan di lingkungannya adalah terlengkap.
“Tidak hanya makanan dan minuman, tetapi motor juga ada,” celetuknya, sambil tersenyum.
Para pedagang datang dari berbagai penjuru kota. Hanya sedikit saja warga Pagutan Permai.
“Beberapa saja. Bukan karena tidak ada ruang, mereka kami prioritaskan tapi warga kebanyakan lebih suka ikut berburu takjil,” jelasnya.
Sebagian besar warga Pagutan Permai di dekat lokasi bazar bekerja di kantoran. Mereka tidak punya banyak waktu mempersiapkan dagangan takjil.
“Ini saja banyak pedagang yang kami tidak bisa penuhi permintaan bergabung, karena lokasi sudah penuh,” ucapnya.
Kepanitiaan menyediakan 84 lapak dan 21 terop bagi para pedagang. Dan semuanya ludes terpesan saat pendaftaran pedagang dibuka.
“Panitianya dari RT-RT yang ada di Pagutan Permai ini,” jelasnya.
Setiap pedagang dikenai biaya sewa lapak sebesar Rp 300 ribu untuk 25 hari selama Ramadan.
Sedangkan pedagang yang menggunakan motor seperti pedagang cilok, siomay, sosis, dan sejenisnya, dikenai biaya Rp 100 ribu.
“Hasilnya dikelola untuk penataan fasum dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di lingkungan ini,” ujar mantan pensiunan PNS ini.
Denyut bazar Ramadan itu tidak hanya memberi kesempatan bagi para pedagang mendapat rezeki. Tetapi juga warga Pagutan Permai mendapat rezeki dari jasa parkir.
Setiap hari ratusan hingga ribuan orang datang berburu makanan.
Menurut Ade Rukman salah satu daya tarik yang membuat bazar itu viral, justru karena jauh dari kebisingan jalan raya.
“Orang berpikir pinggir jalan adalah tempat yang ramai dan lokasi strategis untuk jualan, padahal banyak pembeli sebenarnya lebih menyukai lokasi yang jauh dari kebisingan kendaraan, aman berbelanja, dan bersih (higienis),” ucapnya. (*)
Editor : Kimda Farida