LombokPost – Aula Rinjani BPSDM NTB, menjadi saksi lahirnya generasi baru birokrasi. Sebanyak 93 CPNS lingkup Pemkot Mataram menuntaskan Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS 2025.
Mereka disebut mesin segar birokrasi, tenaga baru yang siap memberi kontribusi nyata di unit kerja masing-masing. “Selama Latsar ini, saya ditempa untuk disiplin, belajar tanggung jawab, dan kerja sama lintas latar belakang,” tutur Ni Komang, CPNS di salah satu puskesmas di Kota Mataram, Senin (25/8).
Ni Komang mengungkapkan, bertemu dengan berbagai latar belakang pendidikan. “Saya bertemu teman-teman jebolan IPDN, sarjana kesehatan, ekonomi, macam-macam,” tuturnya.
Itu semua, memberinya pengalaman berharga. “Membuat saya, bisa menyesuaikan diri dan siap memberi inovasi di puskesmas tempat saya bertugas,” tuturnya.
Baca Juga: Latsar CPNS Mataram 2025 Resmi Dibuka! 119 Peserta Siap Ditempa Jadi ASN Profesional
Ni Komang juga menyebut keberhasilannya lulus CPNS menjadi momentum penting dalam hidupnya. Seleksi CPNS diungkapkan sebagai jalur yang berat.
“Dan setelah lulus kami ditempa lagi di Latsar, jadi saya merasa lebih siap berkontribusi nyata bagi pelayanan kesehatan masyarakat,” katanya.
Kepala BKPSDM Kota Mataram Taufik Priyono, melaporkan detail pelaksanaan. “Program Latsar CPNS 2025 digelar dengan pola kerja sama antara Pemkot Mataram dan BPSDMD NTB,” terangnya.
Kurikulumnya mengikuti keputusan LAN RI Nomor 580 dan 581 Tahun 2024. Selama 647 jam pelajaran, peserta harus melewati empat tahapan.
Massive Open Online Course (MOOC): 16–25 Juni 2025; Distance Learning: 26 Juni–18 Juli 2025.
Habituasi/aktualisasi di instansi kerja: 19 Juli–17 Agustus 2025; dan Klasikal tatap muka di BPSDMD NTB: 18–23 Agustus 2025.
Metode blended learning ini menggabungkan pembelajaran jarak jauh, aktualisasi lapangan, hingga pembelajaran tatap muka tematik. “Seluruh peserta menaati tata tertib, menjaga kebersamaan, disiplin, dan kesehatan sehingga bisa menyelesaikan pelatihan tanpa hambatan,” ujar Taufik.
Dari 93 CPNS asal Kota Mataram yang mengikuti Latsar, 73 adalah perempuan dan 20 laki-laki. Mereka berasal dari berbagai OPD (62 orang) serta kecamatan dan kelurahan (31 orang).
Sebagai informasi, terdapat juga peserta dari luar kota. Sehingga total peserta menjadi 119 orang.
“Sejak 23 April 2025, para CPNS sudah ditempatkan di unit kerja masing-masing,” terangnya.
Bagi Pemerintah Kota Mataram, dominasi peserta perempuan memberi warna baru birokrasi. Kehadiran tenaga muda ini diharapkan mampu menumbuhkan kultur pelayanan publik yang lebih segar, adaptif, dan humanis.
“ASN muda ini yang kita harapkan menjadi motor penggerak perubahan di Pemkot Mataram,” ungkapnya.
Wali Kota Mataram Mohan Roliskana melalui Sekda Lalu Alwan Basri menekankan, Latsar CPNS bukanlah formalitas administratif. Pelatihan ini pintu masuk pembentukan mental, karakter, dan profesionalisme ASN.
“Menjadi PNS bukan soal status, melainkan soal amanah,” tekannya.
Oleh karenanya, pemkot membutuhkan aparatur yang cakap. “Tangguh, responsif, dan berintegritas,” ujarnya.
Ia menegaskan, masyarakat menunggu pelayanan publik yang cepat, transparan, dan akuntabel. ASN muda harus berani menghadirkan inovasi, kreativitas, dan terobosan.
Ada konsekuensi dari setiap aturan yang harus mereka taati. Hal itu membentuk karakter dan yang lebih penting, menumbuhkan rasa korsa sebagai CPNS.
“Kami belajar saling dukung, menanggung konsekuensi bersama,” ucap Indra.
Menurutnya, pelatihan juga menekankan kesiapan menghadapi dinamika kerja, termasuk soal rotasi tugas maupun kondisi khusus seperti pegawai yang cuti. “Intinya, sebagai ASN kita harus siap melaksanakan apapun tugas demi kepentingan dinas, tentu tetap ada sisi kemanusiaan yang harus dipahami bersama,” katanya. (zad/r9)
Editor : Lalu Mohammad Zaenudin