LombokPost – Lapangan Karang Pule di Kecamatan Sekarbela disulap jadi arena gotong royong massal. Ratusan warga, aparat TNI-Polri, dan komunitas lokal bahu membahu membersihkan lapangan yang akan menjadi pusat Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI tingkat Kota Mataram.
“Aspek kebersihan tanggung jawab bersama,” tegas Asisten II Kota Mataram, Miftahurrahman, Jumat (19/9).
Menurutnya, aksi bersih-bersih ini bukan sekadar ritual tahunan. Momentum itu sekaligus mengajak masyarakat menjadikan kebersihan sebagai budaya sehari-hari. “Kesadaran harus tumbuh jadi kebiasaan,” ujarnya.
Gotong royong ini bertepatan dengan World Clean Up Day 2025. Spanduk besar bertuliskan “Indonesia Bersih 2029” terpasang berdampingan dengan atribut MTQ, memadukan dua semangat: menjaga lingkungan dan menyambut perhelatan religius.
Sampah plastik, botol, hingga dedaunan dikumpulkan dalam karung besar. Jalan-jalan sekitar lapangan juga disapu bersih agar rapi saat pawai ta’aruf MTQ digelar Minggu mendatang.
Suasana kebersamaan begitu terasa. Warga muda mengangkut karung sampah, ibu-ibu menyiapkan minuman, sementara aparat TNI-Polri mengangkut sampah ke TPS.
Pemerintah Kota Mataram menilai kegiatan ini sebagai etalase persiapan MTQ. Seluruh perangkat daerah juga diminta ikut terlibat dalam perhelatan yang akan jadi sorotan publik.
“Gotong royong ini bagian dari persiapan MTQ,” kata Miftahurrahman. Ia berharap kegiatan semacam ini tidak berhenti setelah MTQ, melainkan terus berlanjut sebagai budaya.
Dengan wajah lapangan yang bersih, pemerintah ingin MTQ mencerminkan wajah Mataram yang sehat, religius, sekaligus ramah pengunjung.
Editor : Lalu Mohammad Zaenudin