Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Meski Anggaran Terbatas, Tiga Event Andalan Pariwisata Mataram Jalan Terus

Lalu Mohammad Zaenudin • Rabu, 7 Januari 2026 | 07:52 WIB
Dua pepadu peresean cilik berlaga di Colloseum Loang Baloq, beberapa waktu lalu.
Dua pepadu peresean cilik berlaga di Colloseum Loang Baloq, beberapa waktu lalu.

LombokPost — Di tengah ruang fiskal yang kian ketat, Pemerintah Kota Mataram memilih tidak mematikan mesin pariwisata. Dinas Pariwisata justru menyusun strategi bertahan dengan meluncurkan Calendar of Events 2026, sebuah peta agenda untuk menjaga arus wisata dan perputaran ekonomi tetap bergerak sepanjang tahun.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram Cahya Samudra, mengatakan kalender event ini bentuk komitmen pemerintah daerah agar sektor pariwisata tidak ikut lesu di tengah keterbatasan anggaran. “Pariwisata tidak boleh berhenti. Kalau sektor ini stagnan, dampaknya langsung dirasakan pelaku usaha dan masyarakat,” kata Cahya, Selasa (6/1).

Dalam kalender tersebut, Dispar memastikan tiga event utama tetap berjalan. Ketiganya dipilih karena dinilai memiliki daya tarik kuat sekaligus efek ekonomi langsung, yakni Peresean, Kampung Kuliner Ramadan, dan Festival Film Sangkareang.

Baca Juga: Sekolah Lima Hari di Mataram? DPRD Nilai Positif, Tetap Perhatikan Jam Ibadah Jumat

Peresean, seni bela diri tradisional masyarakat Sasak yang sarat nilai budaya dan atraksi visual, menjadi salah satu andalan utama. Kegiatan ini direncanakan digelar rutin hingga tiga kali setiap bulan.

“Untuk sementara masih terpusat di Taman Loang Baloq. Ke depan, kami juga mengkaji lokasi-lokasi lain di Kota Mataram agar penyebarannya lebih merata,” ujarnya.

Selain mengangkat budaya lokal, Dispar juga menggarap wisata religi dan ekonomi kreatif melalui Kampung Kuliner Ramadan. Agenda ini akan dipusatkan di kawasan Teras Udayana dan dirancang sebagai ruang bertemunya tradisi, kuliner, dan perputaran ekonomi UMKM selama bulan suci.

Baca Juga: Kritik Lampu Jalan Kerap Mati, Dewan Kembali Minta Meterisasi Daya

“Kampung Kuliner Ramadan ruang ekonomi rakyat, tempat UMKM bergerak dan masyarakat berkumpul,” katanya.

Sementara itu, Festival Film Sangkareang (FFS) tetap dipertahankan dalam kalender event meski anggaran terbatas. Menurut Cahya, festival ini memiliki nilai strategis sebagai wadah ekspresi sineas lokal sekaligus sarana promosi budaya Mataram melalui medium film.

“Film itu bahasa yang universal. Lewat festival ini, budaya dan cerita Mataram bisa menjangkau audiens yang lebih luas,” ujarnya.

Baca Juga: Sekolah Dasar di Mataram Dukung Full Day School, Guru dan Siswa Sama-sama Diuntungkan

Dengan susunan agenda tersebut, Dispar berharap denyut pariwisata tetap terjaga, termasuk tingkat hunian hotel dan aktivitas ekonomi penunjangnya. “Target kami sederhana tapi penting: roda ekonomi tetap berputar, dan pariwisata Mataram tetap hidup sepanjang tahun,” pungkasnya.

 

Editor : Lalu Mohammad Zaenudin
#Calendar of Events #Pariwisata Mataram 2026 #Kampung Kuliner Ramadan #Peresean Sasak #Festival Film Sangkareang