LombokPost - Keberadaan layanan Pandu RS di RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram mendapat respons positif dari masyarakat. Petugas Pandu RS dinilai membantu pasien dan keluarga pasien sejak pertama datang hingga seluruh proses layanan rumah sakit selesai, mulai dari administrasi, pengambilan obat, hingga pengurusan rujukan.
“Keren, gercep, ramah,” puji Nita, seorang pengunjung sambil mengacungkan jempol, Sabtu (17/1).
Direktur RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram dr. Eka Nurhayati, mengatakan Pandu RS dihadirkan sebagai bentuk komitmen rumah sakit. Sejak awal rumah sakit kebanggaan kota ini, berupaya terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya bagi pasien yang membutuhkan pendampingan lebih intensif.
“Pandu RS ini kami siapkan untuk memastikan tidak ada pasien yang merasa bingung, terabaikan, atau kesulitan memahami alur layanan rumah sakit,” katanya.
Pandu RS bertugas sebagai pengarah dan pusat informasi terpadu bagi pasien. Mereka mengenakan tanda pengenal khusus agar mudah dikenali dan dapat langsung membantu pasien yang membutuhkan.
“Mulai dari pasien lansia, ibu hamil, penyandang disabilitas, hingga keluarga pasien yang baru pertama kali datang, semuanya bisa dibantu,” ujarnya.
Dr. Eka menjelaskan, selama ini keluhan masyarakat terhadap layanan sering kali bukan pada aspek medis, melainkan kebingungan proses administrasi dan alur pelayanan. Terutama bagi pengujung yang baru pertama datang ke rumah sakit.
“Pasien sudah lelah, sakit, lalu masih harus bolak-balik bertanya. Di situlah peran Pandu RS, mendampingi sampai tuntas,” jelasnya.
Ia menegaskan tugas Pandu RS bukan sekadar bersikap ramah, tetapi benar-benar memastikan masalah pasien terselesaikan. Pendampingan dilakukan hingga pasien memperoleh layanan yang dibutuhkan.
“Prinsip kami, masalah pasien harus dibantu sampai selesai,” tegasnya.
Dalam praktiknya, petugas Pandu RS aktif membantu pasien di ruang tunggu, loket pendaftaran, apotek, hingga ruang layanan lainnya. Mereka juga membantu komunikasi antara pasien dan petugas medis bila diperlukan.
Dr. Eka menambahkan, Pandu RS juga berperan penting menjaga ketertiban dan kelancaran layanan, terutama saat jumlah pasien meningkat. Dengan adanya pendampingan, antrean menjadi lebih tertata dan pelayanan lebih efektif.
“Ini bagian dari upaya kami membangun rumah sakit yang humanis, ramah, dan berpihak pada pasien,” tekannya.
Ia menekankan fasilitas medis juga harus memiliki empati dan kehadiran manusia yang membantu di saat pasien berada dalam kondisi rentan. “Pasien datang ke rumah sakit bukan dalam kondisi baik-baik saja. Maka tugas kami adalah menghadirkan rasa aman dan nyaman,” tegasnya.
Ke depan, manajemen RSUD H. Moh. Ruslan berencana terus memperkuat peran Pandu RS, baik dari sisi jumlah petugas maupun peningkatan kapasitas melalui pelatihan pelayanan publik. “Kami ingin Pandu RS menjadi identitas pelayanan RSUD H. Moh. Ruslan, sehingga masyarakat merasa bangga dan percaya untuk berobat di sini,” pungkasnya.
Editor : Lalu Mohammad Zaenudin