Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Rutinitas Jumat, Komunitas Pemuda Bantu Turunkan Stunting di Karang Taliwang

Lalu Mohammad Zaenudin • Jumat, 23 Januari 2026 | 07:13 WIB
Anggota komunitas Tau Ditaqn saat membagikan makanan pada warga di momen Jumat Berbagi, beberapa waktu lalu.
Anggota komunitas Tau Ditaqn saat membagikan makanan pada warga di momen Jumat Berbagi, beberapa waktu lalu.


Aksi sosial komunitas ini telah menarik perhatian Pemerintah Kelurahan. Mereka dianggap mencerminkan konsistensi, kejujuran, dan aksi sederhana tapi sarat makna. 

----

KERJA-KERJA sosial yang digerakkan komunitas Tau Ditaqn selama bertahun-tahun itu, pelan-pelan bertemu dengan persoalan yang lebih besar: stunting.

Di Karang Taliwang, persoalan gizi anak bukan cerita baru. Lurah Karang Taliwang Lalu Halit Wahyu Jati mencatat, angka stunting di wilayah ini sempat berada di kisaran 11 persen.

“Saat itu kami melihat persoalan ini tidak bisa diselesaikan hanya lewat program pemerintah,” ujar Halit, Rabu (22/1).

Baca Juga: Tau Ditaqn, Lima Tahun Lebih Bergerak dari Nongkrong ke Aksi Sosial: Berawal dari Keseruan Kumpul di Kuburan

Angka itu cukup tinggi jika dilihat dari target nasional penurunan stunting menjadi 14 persen pada 2029. “Perlu keterlibatan warga dan komunitas,” imbuhnya

Di titik inilah kerja komunitas sangat diperlukan keterlibatannya bersama elemen lain. Maka komunitas Tau Ditaqn  menemukan relevansi yang lebih luas.

Rutinitas Jumat berbagi yang selama ini menyasar lansia, anak yatim, dan keluarga prasejahtera, secara tak langsung menyentuh akar persoalan stunting: akses pangan, pola asuh, dan ketahanan keluarga.

Setiap Jumat, donasi yang mereka kumpulkan disalurkan dalam bentuk makanan siap santap dan kebutuhan dasar. Tidak besar, tidak pula seragam. 

Baca Juga: Kreasi Lokal Tembus ke Pasar Global, Inilah Perjalanan Inspiratif Baiq Andrea Asal Lombok Tengah

Tapi konsisten. “Yang penting jalan terus,” ujarnya. 

Komunitas ini dikelola oleh Ketua RT 06 Karang Taliwang Irwansyah. Bersama relawan lain, ia menjaga agar kegiatan tetap berjalan tanpa beban administratif berlebihan.

“Mereka ini murni bergerak sosial,” tekannya. 

Yang membedakan Tau Ditaqn, kerja mereka tak berhenti di perut. Di sela aktivitas sosial, kelas-kelas belajar gratis dibuka untuk anak-anak lingkungan sekitar.

Matematika, pendampingan sekolah, hingga ruang belajar bersama dijalankan secara sukarela. “Siapa saja yang bisa mengajar, dipersilakan,” tuturnya.

Bagi kelurahan, pola ini menjadi kekuatan tambahan dalam penanganan stunting. Sebab stunting tak hanya soal asupan gizi, tetapi juga soal pengetahuan orang tua, pendampingan anak, dan lingkungan tumbuh kembang.

Namun, relasi antara komunitas dan pemerintah tidak dibangun secara kaku. Tidak ada skema kerja sama formal yang dipaksakan.

“Pendekatannya pelan-pelan. Bangun kepercayaan dulu,” kata Halit. 

Baca Juga: Butuh Healing? Ini 5 Rekomendasi Drama Tiongkok yang Hangat dan Menyentuh Hati

Ia mengakui, pada awalnya Tahu Ditaqn lebih memilih berjalan sendiri. Komunikasi dengan pemerintah belum intens. 

Seiring waktu, ruang dialog terbuka. “Sekarang sudah mau ngobrol, koordinasi, dan terbuka,” ujarnya.

Karang Taliwang sendiri memiliki dinamika sosial yang beragam. Wilayah ini pernah diwarnai berbagai latar belakang kelompok masyarakat. 

Namun Tau Ditaqn disebut tetap berjalan independen, tanpa afiliasi ideologis, dan fokus pada kerja kemanusiaan. “Selama manfaatnya jelas untuk warga, tentu kita dukung,” tegasnya.

Bagi pemerintah kelurahan, Tahu Ditaqn adalah contoh bagaimana gerakan akar rumput bisa menjadi mitra alami—bukan pesaing—dalam menangani persoalan sosial.

Dari paket makanan setiap Jumat, dari kelas kecil di sudut lingkungan, hingga obrolan-obrolan sederhana dengan warga, Karang Taliwang perlahan merawat harapan. “Persoalan besar seperti stunting, kadang justru mulai ditekan dari kerja-kerja kecil kami optimis ke depan bisa zero stunting,” pungkasnya.

Editor : Lalu Mohammad Zaenudin
#aksi sosial #Karang Taliwang #Tau Ditaqn #Pemuda peduli #Stunting