LombokPost – Krisis pesisir di Kota Mataram memasuki babak baru yang mengkhawatirkan. Tak lagi sekadar ancaman, abrasi hebat kini memaksa Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram mengambil keputusan drastis: menghapus akses jalan di pesisir Kampung Bugis karena kerusakan yang sudah tidak mungkin diperbaiki.
Sebagai gantinya, pemkot kini berpacu dengan waktu untuk membangun benteng darurat sepanjang 1 kilometer menggunakan 10.000 kantong geobag.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram Lale Widiahning mengonfirmasi bahwa daya hancur gelombang tahun ini jauh melampaui kemampuan mitigasi jalan raya di pinggir pantai.
"Jalan di pesisir yang rusak itu sudah tidak mungkin diperbaiki. Ke depan, akses jalan di sana akan kita tiadakan karena kondisinya sudah tidak memungkinkan lagi," tegasnya.
"Skenarionya, geobag diisi pasir, lalu diperkuat dengan tumpukan batu boulder di atasnya. Kolaborasi ini yang paling efektif menahan kikisan," jelas Lale.
Di sisi lain, Asisten I Setda Kota Mataram, Lalu Martawang, memastikan bahwa sisi kemanusiaan tetap menjadi prioritas utama.
* Posko Darurat: Sudah disiagakan di titik rawan.
* Dapur Umum: Dinas Sosial siap melayani warga, terutama saat puncak gelombang pasang di malam hari.
Langkah ini menjadi solusi jangka menengah untuk mencegah korban jiwa dan kehilangan harta benda yang lebih besar, sembari menunggu kebijakan jangka panjang penanganan pesisir Mataram yang lebih permanen.