LombokPost - Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Mataram mematok target tinggi untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) pada tahun 2026. Tak tanggung-tanggung, target pendapatan diproyeksikan menembus angka Rp 28 miliar. Angka ini mengalami kenaikan signifikan dibandingkan capaian dan target pada tahun-tahun sebelumnya.
“Iya ada kenaikan untuk tahun ini,” Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram Emirald Isfihan, kemarin (3/2).
Emirald mengungkapkan, kenaikan target ini merupakan bentuk optimisme setelah melihat tren positif realisasi pendapatan BLUD. Sebagai perbandingan, pada tahun 2025, target awal dipatok sebesar Rp 23 miliar, yang kemudian dinaikkan menjadi Rp 25 miliar pada APBD Perubahan, dan berhasil melampaui target hingga menyentuh angka Rp 26 miliar.
“Awalnya kami diberikan target Rp 26 miliar untuk tahun ini. Namun, setelah melalui berbagai pembahasan di Dewan dan melihat potensi yang ada, kami memberanikan diri menaikkan target menjadi Rp 28 miliar. Insya Allah, kami upayakan maksimal,” ujarnya.
Baca Juga: Tingkatkan Layanan Kesehatan, Puskesmas Mataram Akan Direlokasi ke Eks SDN 19 Mataram
Emirald menjelaskan, struktur pendapatan di Puskesmas memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan dengan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). Jika rumah sakit sangat bergantung pada jumlah pasien yang dirawat atau tindakan operasi, maka Puskesmas bersandar pada sistem kapitasi BPJS Kesehatan.
Saat ini, hampir 90 persen masyarakat Kota Mataram merupakan peserta BPJS. Oleh karena itu, kunci utama mendongkrak PAD BLUD adalah dengan meningkatkan jumlah kepesertaan yang terdaftar di Puskesmas setempat.
“Menghitung pendapatan Puskesmas itu agak berat jika hanya mengandalkan jumlah pasien harian. Strategi kami adalah mendorong masyarakat mengalihkan kepesertaan BPJS mereka ke Puskesmas. Untuk itu, Puskesmas dituntut menciptakan inovasi program agar memiliki daya tarik,” jelasnya.
Selain layanan standar, Puskesmas juga diwajibkan mengoptimalkan layanan non-BPJS dan meningkatkan fasilitas penunjang lainnya agar masyarakat merasa nyaman memilih Puskesmas sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) mereka.
Selain kontribusi dari 11 Puskesmas yang tersebar di Kota Mataram, Dikes juga mengandalkan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Laboratorium Kesehatan (Labkes) yang kini sudah berstatus BLUD.
Keberadaan Labkes diharapkan mampu menjadi penopang baru dalam struktur pendapatan daerah.
“Sekarang selain 11 Puskesmas, kita punya Labkes sebagai BLUD. Pengelolaannya memang berbeda, tapi ini menjadi instrumen penting untuk memaksimalkan beranda pendapatan kita di sektor kesehatan,” tambahnya.
Baca Juga: TPG Guru di Mataram Dijanjikan Cair Sebelum Ramadan
Berdasarkan data sejauh ini, terdapat empat Puskesmas yang menjadi kontributor pendapatan terbesar di Kota Mataram, yakni Puskesmas Cakranegara, Puskesmas Karang Pule, Puskesmas Tanjung Karang, dan Puskesmas Mataram. Keempat Puskesmas tersebut memiliki keunggulan pada layanan rawat inap dan persalinan 24 jam.
“Puskesmas seperti Cakranegara dan Karang Pule itu potensinya besar karena ada layanan rawat inap dan persalinan. Itu salah satu motor utama pendapatan kita,”katanya.
Menanggapi kemungkinan adanya perubahan target kembali pada APBD Perubahan 2026 mendatang, Emirald menyatakan pihaknya masih akan memantau tren realisasi pada triwulan pertama dan kedua. Meski tantangan berat, ia tetap optimis target Rp 28 miliar dapat tercapai di akhir tahun.
“Kami pantau dulu tren di awal tahun ini. Yang jelas, dengan dukungan 11 Puskesmas yang potensial, kami tetap optimis memberikan kontribusi maksimal bagi PAD Kota Mataram,” pungkasnya.
Editor : Akbar Sirinawa