Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Trotoar Adi Sucipto Bakal Lega! PKL Dipindah ke Eks Bandara Selaparang, Mulai Ramadan Fest

Sanchia Vaneka • Jumat, 6 Februari 2026 | 20:31 WIB

 

 

Pedagang Kaki Lima di Jalan Adi Sucipto.
Pedagang Kaki Lima di Jalan Adi Sucipto.

LombokPost - Persoalan pedagang kaki lima (PKL) yang kerap memadati trotoar di sepanjang Jalan Adi Sucipto, khususnya di depan swalayan Mario hingga area pintu keluar eks Bandara Selaparang, Mataram, mulai menemui titik terang.

Pemerintah Kecamatan Ampenan telah melakukan musyawarah dan menjalin kesepakatan dengan pihak Angkasa Pura melalui Koperasi Angkasa Pura (Kop Kapura) untuk merelokasi para pedagang ke dalam area parkir eks bandara.

“Kami sudah bertemu dengan pihak Angkasa Pura dan pengelola Kop Kapura. Pada prinsipnya, mereka setuju untuk membuka ruang bagi para PKL. Lokasi yang disiapkan adalah area parkir di sebelah barat,” kata Camat Ampenan Muzakkir Walad. 

 Baca Juga: Inspektorat Mataram Usut Dugaan Pungli PKL di Adi Sucipto

Muzakkir mengungkapkan, langkah ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Wali Kota Mataram untuk mencari solusi permanen atas kebuntuan penataan PKL di kawasan tersebut. Selama ini, aktivitas pedagang di atas trotoar dan badan jalan dinilai mengganggu estetika kota dan kelancaran arus lalu lintas.

Rencananya, pemindahan ini akan diawali dengan momentum Ramadan Fest. Skema ini diharapkan menjadi masa transisi sebelum para pedagang menetap secara permanen di dalam kawasan eks bandara. Berdasarkan koordinasi dengan Angkasa Pura Pusat, lahan di sisi barat tersebut dipastikan aman untuk digunakan oleh pelaku UMKM setidaknya selama dua tahun ke depan, sembari menunggu realisasi pengembangan dari pihak investor.

 “Estimasi kami, ada sekitar 90 hingga 100 lapak yang akan diakomodir. Ini mencakup 40 PKL yang biasa mangkal dari depan Mario hingga pintu keluar bandara, ditambah sekitar 50-an pedagang di sisi selatan jalan yang masuk wilayah Karang Baru,”jelasnya.

Baca Juga: Wuling Tampilkan Ragam Lini Produk Lengkap dan Promo Spesial di Ajang IIMS 2026

Konsep yang diusung nantinya menyerupai area angkringan terpadu yang dilengkapi dengan fasilitas hiburan seperti musik untuk menarik pengunjung. Dengan masuknya pedagang ke area parkir sisi barat dan selatan, Muzakkir menegaskan tidak boleh ada lagi aktivitas perdagangan maupun parkir kendaraan di trotoar sepanjang Jalan Adi Sucipto.

“Masalah parkir nanti dikelola sepenuhnya oleh Kop Kapura. Yang paling penting bagi kami adalah trotoar clear, tidak ada lagi keributan soal penertiban karena semua sudah dilokalisir di dalam,” tegasnya.

Mengenai fasilitas pendukung, Muzakkir membuka ruang bagi Dinas Perdagangan atau pihak terkait jika ingin memberikan bantuan tenda agar tampilan lapak lebih seragam dan tertib. Namun, ia menyebut sebagian besar pedagang saat ini sudah memiliki sarana berjualan yang tinggal dipindahkan posisinya saja.

Baca Juga: Disdik Mataram Tahan Proyek Fisik Berskala Besar, Fokus Tuntaskan RKB SMPN 17 Mataram dan SDN 30 Cakranegara

Terkait keberlanjutan lahan, jika nantinya sisi barat mulai dibangun oleh investor, pihak kecamatan dan Angkasa Pura sudah menyiapkan skema rekayasa untuk menggeser pedagang ke sisi timur. 

 “Hasil kesepakatan ini akan segera dilaporkan ke Pak Wali Kota melalui Kasat Pol PP. Kami juga memohon beliau untuk meninjau lokasi secara langsung. Begitu beliau setuju, kami langsung eksekusi di lapangan,” pungkasnya.

Terpisah, Kasat PolPP Kota Mataram Irwan Rahadi mengatakan hal tersebut sedang dalam proses untuk dilaporkan ke Wali Kota Mataram. Keputusan akhir, menunggu kebijakan dari Wali Kota.

“Sabar dulu ya, on process,” katanya. 

 

Editor : Marthadi
#PKL #Ampenan #Mataram #pedagang kaki lima #Eks Bandara