LombokPost - Dampak kebakaran yang menghanguskan ruang imunisasi di lantai II Puskesmas Babakan, Jumat dini hari (6/2) lalu, akhirnya terpetakan. Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Mataram menaksir kerugian materiil akibat insiden di puskesmas yang berlokasi di Jalan Lalu Mesir tersebut mencapai angka Rp 450 juta.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram Emirald Isfihan mengungkapkan, angka tersebut muncul setelah pihaknya melakukan pendataan terhadap sejumlah aset yang hangus dilalap si jago merah.
“Hasil penghitungan sementara, kerugiannya sekitar Rp 450 juta,” kata Emirald.
Sejumlah item penting dipastikan jadi arang. Di antaranya tiga unit perangkat komputer, freezer khusus penyimpanan imunisasi, stok obat-obatan, hingga berbagai jenis vaksin. Selain logistik medis, kerusakan struktur bangunan ruangan juga menambah beban kerugian tersebut.
Meski fasilitas penyimpanan rusak, Emirald menjamin pelayanan kesehatan bagi masyarakat Babakan tidak akan lumpuh. Pihaknya telah menyiapkan strategi mitigasi dengan melibatkan jaringan puskesmas lain di Kota Mataram.
"Untuk vaksinasi, karena freezer di sana terbakar, kita gunakan alat dari puskesmas lain yang tersedia. Untuk stok vaksinnya, kita minta Instalasi Farmasi melakukan back up penyediaan," terangnya.
Ia juga menepis kekhawatiran terkait nasib vaksin bagi Calon Jemaah Haji (CJH) asal Kota Mataram. Menurutnya, vaksin haji aman karena sebagian besar sudah digunakan sebelum insiden terjadi.
LCJH kita masih bisa divaksin di Puskesmas Babakan. Intinya pelayanan tetap berjalan normal,” tambahnya.
Disinggung mengenai pemicu kebakaran, Dikes memilih untuk tetap berhati-hati. Hingga saat ini, pihaknya masih menunggu laporan resmi dari pihak kepolisian. Emirald enggan berspekulasi apakah api dipicu oleh korsleting listrik atau faktor eksternal lainnya.
“Kemarin dari polsek setempat sudah turun melakukan investigasi bersama. Kami tidak berani menduga-duga, kita tunggu penjelasan dari ahlinya saja,” katanya.
Namun, sebagai langkah antisipasi, seluruh kepala puskesmas di Mataram diinstruksikan untuk melakukan audit internal. Bukan hanya soal jaringan listrik, tapi juga kerapian dan aspek keamanan bangunan secara menyeluruh sesuai standar akreditasi.
Terpisah, Kepala Puskesmas Babakan drg. Vembriane Vaerus Rafani memastikan aktivitas di puskesmas sudah berjalan normal. Sejumlah barang yang tercatat rusak di antaranya komputer dan laptop, kulkas vaksin yang berisi vaksin rutin serta vaksin haji, serta kerusakan fisik bangunan seperti plafon dan jendela.
“Pelayanan tetap seperti biasa. Memang ada laptop dan beberapa barang lain yang ikut terbakar, tapi secara umum operasional tidak terganggu," singkatnya.
Editor : Jelo Sangaji