LombokPost - Antusiasme warga untuk pulang kampung ke Pulau Sumbawa pada Lebaran tahun ini luar biasa tinggi. Program mudik gratis yang diinisiasi Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram melalui Dinas Perhubungan (Dishub) diserbu pendaftar. Hanya dalam waktu satu jam setelah pendaftaran dibuka via media sosial, kuota yang tersedia langsung ludes dan membludak hingga melampaui kapasitas armada.
“Pendaftaran kami buka tanggal 5 Maret, dan dalam waktu sekitar satu jam saja sudah penuh,” kata Kepala Dishub Kota Mataram Zulkarwin.
Zulkarwin mengungkapkan, pendaftaran yang dibuka pada 5 Maret melalui akun Instagram resmi Dishub langsung dibanjiri peminat. Tak kurang dari 300 orang berebut kursi untuk bisa pulang ke kampung halaman tanpa biaya transportasi.
Baca Juga: Buruan Daftar! Pemprov NTB Gelar Mudik Gratis untuk Mahasiswa dan Pelajar Jelang Lebaran 2026
Tingginya angka pendaftar ini berbanding terbalik dengan keterbatasan kuota yang disiapkan. Tahun ini, Pemkot hanya menyediakan 164 kursi yang disesuaikan dengan jumlah armada yang dikerahkan. Zulkarwin merinci, ada empat bus yang disiapkan untuk mengangkut para pemudik, di mana masing-masing bus memiliki kapasitas 42 penumpang.
“Armada yang kita siapkan hanya empat. Satu bus itu isinya 42 orang. Jadi secara keseluruhan ada 164 tempat duduk yang tersedia,” jelasnya.
Menyikapi membludaknya jumlah pendaftar, Dishub tengah melakukan proses verifikasi yang cukup ketat. Langkah ini diambil guna memastikan bantuan subsidi transportasi ini tepat sasaran dan memberikan kesempatan yang adil bagi warga. Petugas akan menyaring data para pendaftar agar tidak terjadi penumpukan kuota pada satu kelompok keluarga tertentu yang berlebihan.
“Sekarang kita tinggal verifikasi lagi siapa yang akan berangkat. Verifikasi ini butuh waktu, jangan sampai dalam satu Kartu Keluarga (KK) itu semuanya ikut sampai keponakan, sehingga mengurangi kesempatan warga lainnya,” tegasnya.
Selain itu, tim verifikator juga akan memastikan komitmen pendaftar. Ia tidak ingin kuota tersebut terbuang sia-sia jika pada akhirnya pendaftar memilih mudik menggunakan kendaraan pribadi.
“Jangan sampai pas diverifikasi ternyata dia tetap mau mudik pakai motor. Itu yang kita hindari,” tambahnya.
Saat ini, sistem pendaftaran telah dikunci oleh bagian angkutan Dishub. Nama-nama pendaftar yang belum masuk dalam kuota utama 164 orang tetap disimpan sebagai daftar cadangan. Jika nantinya ada peserta yang dinyatakan tidak lolos verifikasi atau mengundurkan diri, posisinya akan langsung digantikan oleh pendaftar di urutan berikutnya.
Terkait potensi penambahan kuota, Zulkarwin menyebut peluang tersebut masih terbuka, namun bergantung pada ketersediaan armada dari mitra kerja. Sejauh ini, Dishub terus menjalin komunikasi intensif dengan Bank NTB Syariah dan Perum DAMRI.
“Mungkin jika ada bantuan tambahan dari Bank NTB, bisa kita buka lagi. Bank NTB responsnya positif, tapi kendalanya saat ini unit bus DAMRI yang tidak tersedia untuk tambahan. Ini masih kita komunikasikan,” tambahnya.
Program yang menjadi agenda rutin tahunan ini dijadwalkan akan diberangkatkan pada Senin, 16 Maret mendatang. Seremoni pelepasan rombongan mudik gratis tersebut rencananya akan dipimpin langsung oleh Wali Kota Mataram di halaman Kantor Wali Kota Mataram.
“Nanti akan dilepas oleh Pak Wali seperti tahun lalu. Peserta yang lolos verifikasi akan dihubungi petugas kami untuk pengambilan tiket,” pungkasnya.
Editor : Pujo Nugroho