Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Wali Kota Mohan Anulir Honorer Pemalas dan Bermasalah

S
Penulis: Sanchia Vaneka❯

 


Advertisement

 

Mohan Roliskana
Mohan Roliskana


LombokPost
– Nasib ratusan tenaga honorer Pemkot Mataram yang pengangkatannya terindikasi "bodong" atau tidak sesuai ketentuan masih menjadi perhatian utama. Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana, menegaskan akan mengambil tindakan tegas, termasuk anulir honorer pemalas, sambil menunggu hasil investigasi komprehensif dari Inspektorat.

Wali Kota Mohan menyatakan belum menerima hasil akhir investigasi yang secara spesifik menyasar 655 tenaga honorer yang tidak masuk data base BKN (Badan Kepegawaian Negara).

Advertisement

 “Saya belum terima hasil investigasi Inspektorat berkaitan dengan tenaga honorer,” kata Wali Kota Mohan Roliskana.

Wali Kota meminta Inspektorat bekerja ekstra cermat dan teliti mengingat keputusan ini sangat menentukan masa depan tenaga honorer Mataram.

Meskipun memiliki kecenderungan untuk mempertahankan honorer yang telah bekerja lama (terutama di atas delapan tahun), Wali Kota Mohan memberikan syarat mutlak yang harus dipenuhi.


* Tolak Ukur Utama: Kedisiplinan dan komitmen terhadap pekerjaan.
* Ancaman Anulir: Honorer yang pengangkatannya bermasalah dan tergolong pemalas akan dipertimbangkan untuk dianulir.

Advertisement


“Jangan namanya aja ada kemudian orangnya tidak. Terus hanya menerima upah saja, itu tidak fair ya. Itu saja jadi ukurannya,” tegas Mohan.

Baca Juga: Inspektorat Mataram Usut Dugaan Honorer Bodong, Fokus Audit 20 Hari di Kecamatan

Tindakan tegas ini diambil untuk memastikan tidak ada honorer yang hanya menerima upah tanpa bekerja sungguh-sungguh, demi terciptanya tertib administrasi dan implementasi tugas yang baik di lingkungan Pemkot Mataram. Selain kedisiplinan, proses rekrutmen yang tidak sesuai ketentuan juga akan menjadi pertimbangan kuat.

Inspektur Inspektorat Kota Mataram, Baiq Nelly Kusumawati, mengakui timnya masih berjibaku melaksanakan Pemeriksaan Dengan Tujuan Tertentu (PDTT) untuk menyisir honorer siluman atau bodong.


Waktu dua pekan sejak dimulainya investigasi dirasa belum cukup, mengingat Inspektorat juga tengah fokus mengejar target penyiapan penilaian percontohan Kota Antikorupsi 2025 dari KPK.


Nelly menargetkan hasil investigasi ini dapat diselesaikan dan diserahkan kepada Wali Kota pada akhir November.


“Mohon bersabar ya, kami juga belum bisa memberikan keterangan lebih detail karena tim masih bekerja,” tandasnya.

Advertisement
Editor : Redaksi Lombok Post
Sumber : Liputan
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

IGI Lotim Gelar Musdalub, Siap Perjuangkan Hak dan Kesejahteraan Guru

IGI Lotim Gelar Musdalub, Siap Perjuangkan Hak dan Kesejahteraan Guru

Ikatan Guru Indonesia (IGI) Lombok Timur (Lotim) terus berupaya memperjuangkan hak-hak dan kesejahteraan para guru di Lotim,

Pegawai Pensiun Pemprov NTB Terus Bertambah di Tengah Ketidakpastian Rekrutmen CPNS

Pegawai Pensiun Pemprov NTB Terus Bertambah di Tengah Ketidakpastian Rekrutmen CPNS

Pemprov NTB menunggu kepastian formasi CPNS dari pusat, sementara lebih dari 500 PNS diperkirakan pensiun pada 2027.

Pemkab Lotim Berpeluang Hemat Rp 250 Miliar, Jika Gaji PPPK Ditanggung Pemerintah Pusat

Pemkab Lotim Berpeluang Hemat Rp 250 Miliar, Jika Gaji PPPK Ditanggung Pemerintah Pusat

Bupati Lombok Timur Haerul Warisin memperjuangkan agar gaji PPPK penuh waktu dan paro waktu ditanggung pemerintah pusat. Jika terealisasi.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer