Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Fenomena ‘Fatherless’ Jadi Atensi

C
Penulis: Chia❯

 


Advertisement

Ilustrasi
Ilustrasi

LombokPost - Wali Kota Mataram Mohan Roliskana menaruh perhatian serius terhadap tingginya angka fenomena fatherless atau minimnya keterlibatan figur ayah dalam pengasuhan anak. Isu krusial ini dinilai menjadi salah satu pemicu utama maraknya kasus kekerasan terhadap anak, perundungan atau bullying, hingga kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang masih menjadi potret buram secara nasional.

“Ini bukan lagi sekadar persoalan daerah kita saja, melainkan tantangan nasional. Ayah dan ibu harus bersama-sama memberikan pengawasan maksimal serta pembimbingan yang sehat kepada anak,” kata Mohan. 

Advertisement

Berdasarkan data BKKBN NTB, 442 ribu anak dan remaja atau sekitar 20 persen di Provinsi NTB dilaporkan mengalami fatherless atau tumbuh tanpa figur ayah. Dengan itu, Mohan menegaskan untuk meredefinisi kembali fungsi keluarga secara spesifik. Di tengah disrupsi informasi yang masif dan keterbukaan akses media sosial tanpa batas, tantangan mendidik anak saat ini menjadi berkali-kali lipat lebih berat bagi para orang tua.

Orang nomor satu di Kota Mataram ini menekankan pentingnya kehadiran ayah dalam proses tumbuh kembang anak. Menurutnya, stigma konvensional yang membebankan seluruh urusan domestik dan pola asuh hanya kepada ibu harus segera diubah.

Advertisement

“Bonding atau ikatan emosional antara ayah dan anak-anaknya harus semakin kuat untuk pembimbingan yang seimbang. Kehadiran figur ayah ini sangat esensial agar anak tidak kehilangan arah,” terangnya.

Lebih lanjut, disinggung mengenai tren pelaporan kasus kekerasan anak yang cenderung meningkat, Mohan tidak menampik hal tersebut. Namun, ia melihat fenomena ini dari sudut pandang kebijakan publik yang inklusif. Menurutnya, lonjakan data terjadi karena regulasi dan pendampingan pemerintah melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) berjalan efektif, sehingga membuat masyarakat kini berani bersuara.

“Pemerintah melahirkan regulasi bukan sekadar formalitas, tetapi bagaimana kebijakan tersebut benar-benar dirasakan asas kemanfaatannya oleh masyarakat,” urainya. (chi) 

 

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

PAM Giri Menang Sumbang Dividen Rp 21 Miliar ke Pemda Lombok Barat dan Pemkot Mataram

PAM Giri Menang Sumbang Dividen Rp 21 Miliar ke Pemda Lombok Barat dan Pemkot Mataram

PT Air Minum (PAM) Giri Menang (Perseroda) telah menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahun buku 2025.

Jangan Biarkan Anak Tumbuh dalam Fenomena Fatherless Country, Gubernur Iqbal Tekankan Pentingnya Peran Ayah bagi Keluarga

Jangan Biarkan Anak Tumbuh dalam Fenomena Fatherless Country, Gubernur Iqbal Tekankan Pentingnya Peran Ayah bagi Keluarga

Ayah Harus Hadir untuk Melindungi dan Menyayangi. Harganas ke-33 ini, Gubernur Miq Iqbal mengajak seluruh masyarakat untuk rapatkan barisan.

PLN NTB Edukasi Pegawai Mengenai Penggunaan Kendaraan Listrik

PLN NTB Edukasi Pegawai Mengenai Penggunaan Kendaraan Listrik

PLN NTB gelar edukasi kendaraan listrik bagi pegawai dan mitra di Mataram. Langkah strategis dukung transisi energi bersih.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer