
LombokPost - Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Mataram bersama Perum Bulog Wilayah NTB menggelar inspeksi mendadak (sidak) terhadap komoditi Minyakita di Gudang Bulog.
Langkah ini diambil untuk merespons sekaligus memastikan isu kekhawatiran masyarakat terkait dugaan adanya minyak goreng subsidi yang beraroma solar tidak terjadi di NTB.
Wakil Pemimpin Wilayah Perum Bulog NTB Rizal P. Sukmaadijaya menegaskan, seluruh stok Minyakita yang dikuasai Bulog, baik stok lama maupun yang baru tiba, telah melalui pemeriksaan ketat. Hasilnya, kualitas Minyakita di gudang Bulog dipastikan aman dan layak konsumsi.
“Alhamdulillah kualitasnya baik, tidak ada yang menjadi keluhan,” kata Rizal.
Untuk memastikan aspek keamanan produk secara langsung, pihak Bulog juga membuka sampel kemasan dan melakukan uji goreng. Dari pengujian langsung tersebut, minyak yang digunakan untuk memasak terbukti memiliki kualitas yang aman tanpa indikasi penyimpangan seperti isu yang beredar.
Baca Juga: Rencana Pusat Naikkan HET, MinyaKita Kosong di Pasar Renteng Lombok Tengah
Rizal menjelaskan, jaminan kualitas ini terwujud berkat sistem pengawasan berlapis atau double check yang diterapkan oleh Bulog. Pasokan Minyakita untuk wilayah NTB sendiri berasal dari empat perusahaan pabrikan di Jawa Timur, yakni PT Mahesi, PT Apical, PT Smart, dan PT Wilmar.
“Karena pabrikannya ada di Jawa Timur, kami dibantu oleh kawan-kawan Bulog di Jawa Timur untuk dilakukan pengecekan sebelum dikirimkan ke NTB. Sampai di sini pun, kita ada tim namanya Jastasma untuk melakukan pengecekan kembali sebelum komoditi kita terima,” terangnya.
Untuk wilayah NTB dan Jawa Timur selaku daerah asal pasokan, ia menjamin sejauh ini tidak ada keluhan serupa yang diterima.
Meski kondisi di NTB dipastikan nihil dari kasus tersebut, Bulog tetap berkomitmen untuk mengambil langkah tegas jika nantinya ditemukan produk yang tidak sesuai standar di tengah masyarakat.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




