
LombokPost - Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram mematok target pertumbuhan ekonomi yang cukup berani untuk tahun 2026, yakni di kisaran 4,92 persen hingga 6,03 persen.
Angka ini terbilang ambisius mengingat kondisi perekonomian masyarakat di tingkat bawah saat ini tengah lesu.
Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Mataram Lalu Bramantyo Ganeru mengatakan, sektor pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) serta ekonomi kreatif tidak menjadi tumpuan utama.
Sektor ini dinilai belum mampu memberikan daya dorong besar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).
“Kalau itu (UMKM dan ekonomi kreatif) kontribusinya kecil,” katanya.
Baca Juga: Beri Klarifikasi, BPS Mataram: Sensus Ekonomi Bukan Urusan Pajak
Alih-alih memperkuat sektor mikro, Pemkot justru memilih bergantung pada suntikan investasi proyek fisik raksasa dan sektor formal untuk mendongkrak angka tersebut.
Sebagai gantinya, pemenuhan target maksimal 6,03 persen itu akan mengandalkan sektor makro seperti perdagangan, jasa, industri, konstruksi, dan keuangan.
Pemkot mengaku tidak bisa hanya bersandar pada kekuatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi tahun depan akan sangat dipicu oleh derasnya investasi dan proyek infrastruktur besar yang masuk ke Kota Mataram.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




